Prabowo-Gibran Paslon Paling Komitmen Wujudkan Swasembada Pangan dan Energi

AKURAT.CO Paslon nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka disebut menjadi satu-satunya kontestan Pilpres 2024 yang berkomitmen untuk mewujudkan swasembada pangan dan energi.
Anggota Tim Kampanye Daerah (TKD), Mawahib Afkar mengatakan, komitmen itu dapat dilihat dari sejumlah program yang diusung Prabowo-Gibran. Terutama soal keberlanjutan food estate dan hilirisasi di bidang energi.
Prabowo-Gibran juga terlibat aktif dalam diskusi dengan para petani, salah satunya dengan Aliansi Petani di Kabupaten Kudus.
Menurut Mawahib, ini juga sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan produksi pangan domestik, dengan fokus khusus pada generasi muda petani.
Baca Juga: Alhamdulillah, Belum Ada WNI Jadi Korban Gempa Jepang
“Kami bergerak bersama dengan para petani untuk mewujudkan swasembada pangan dengan cara meningkatkan produktivitas lahan pertanian melalui berbagai program intensifikasi dan ekstensifikasi lahan," ucap Mawahib kepada wartawan, Selasa (2/1/2024).
Mawahib meyakini, program tersebut akan terlaksana dengan baik karena Prabowo bukan orang baru di bidang pertanian.
Prabowo sendiri memiliki latar belakang kepemimpinan di Pemuda Tani Indonesia (PTI) dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).
Sementara itu, Pengamat politik dari Citra Institute, Yusak Farhan memandang paslon nomor 2 sangat serius dalam menangani isu kedaulatan pangan dan energi.
Baca Juga: Bukan Cuma Jepang! Ternyata Indonesia Punya 7 Bangunan Rumah Adat yang Tahan Gempa
Sebab, rencana itu telah disusun konkrit dalam Asta Cita yang mencakup 17 program prioritas.
Prabowo dan Gibran secara khusus menyoroti pentingnya sektor vital seperti energi dan pangan dalam membangun fondasi yang kuat untuk masa depan Indonesia.
"Prabowo-Gibran ini memang sering berbicara soal sektor vital kan, termasuk kedaulatan di sektor energi, kedaulatan pangan. Itu menjadi fokus keduanya ketika nanti menjadi pemimpin,” ujar Yusak.
Adapun, salah satu targetnya adalah melakukan ekspansi lahan pertanian, dengan tujuan menambah minimal 4 juta hektar lahan panen pada tahun 2029, yang akan difokuskan pada tanaman padi, jagung, singkong, kedelai, dan tebu.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional dan mengurangi ketergantungan impor.
Dalam sektor energi, Prabowo bertekad menjadikan Indonesia sebagai pemimpin dalam produksi energi hijau global.
Termasuk pengembangan biodiesel dan bio-avtur dari kelapa sawit, bioetanol dari tebu dan singkong, serta pemanfaatan sumber energi terbarukan lainnya seperti angin, matahari, dan panas bumi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









