Akurat Logo

Ganjar-Mahfud Punya Visi RI Jadi Pusat Ekonomi Syariah, Begini Capaian Pemerintah Saat Ini

M. Rahman | 23 November 2023, 09:09 WIB
Ganjar-Mahfud Punya Visi RI Jadi Pusat Ekonomi Syariah, Begini Capaian Pemerintah Saat Ini

AKURAT.CO Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, pasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres), menyatakan komitmennya untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah.

Dalam dokumen visi misinya, keduanya menegaskan tekad untuk mengubah Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah dan industri halal.

Tiga dari delapan misi yang diusung oleh Ganjar-Mahfud MD menempatkan fokus pada isu ekonomi, khususnya dalam mempercepat pembangunan ekonomi berdikari yang berbasis pengetahuan dan nilai tambah.

Dalam konteks ini, mereka menjanjikan sejumlah pencapaian, termasuk pertumbuhan ekonomi rata-rata sebesar 7%, penciptaan 17 juta lapangan kerja baru, alokasi kredit perbankan minimal 35% untuk koperasi, UMKM, dan perusahaan rintisan, serta pertumbuhan industri manufaktur di kisaran 7,5-8%.

Selain itu, pasangan ini juga memberikan komitmen kuat untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah.

Baca Juga: Wapres Sebut Teknologi Jadi Penggerak Utama Ekonomi Syariah RI

Upaya ini akan diperkuat melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah, penguatan sistem pelayanan jasa keuangan syariah, termasuk digitalisasi, dan dukungan untuk ekspansi serta keamanan industri keuangan syariah.

Dedi Kurnia selaku Direktur Eksekutif Indonesia Public Opinion (IPO) mengapresiasi komitmen Ganjar-Mahfud dalam bidang ini.

“Itu program yang bagus. Ekonomi Syariah pernah digagas, tetapi tidak terlaksana kecuali hanya secara teknis menyatukan bank Syariah menjadi satu,” ujar Dedi dikutip Kamis (23/11/2023).

Dedi menegaskan bahwa meskipun Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk Muslim, data menunjukkan bahwa Indonesia belum menjadi pusat ekonomi syariah dunia.

"Indonesia memang negara dengan penduduk muslim sebagai mayoritas, tetapi tidak terbukti hal itu berdampak pada ekosistem ekonomi syariah di Indonesia,” lanjutnya.

Nyatanya, upaya pengembangan ekonomi syariah di Indonesia telah mengalami berbagai perubahan yang cukup signifikan walaupun belum maksimal.

Selama enam tahun terakhir, perubahan dari aspirasi masyarakat menjadi kebijakan pemerintah (top-to-bottom), menunjukkan dukungan pemerintah di tingkat pusat dan daerah dalam mengembangkan sektor ini.

Capaian signifikan terlihat dalam peningkatan peringkat Indonesia dalam sektor ekonomi syariah menurut The Global Islamic Economy Indicator (GIEI), yang menempatkan Indonesia di peringkat keempat pada tahun 2022 dibandingkan dengan posisi ke-10 pada 2018.

Hal serupa juga terjadi dalam Islamic Finance Development Indicator (IFDI), di mana Indonesia melonjak dari peringkat ke-10 pada 2018 menjadi peringkat ketiga pada tahun 2023.

Pencapaian prestisius lainnya adalah peringkat pertama pada Global Muslim Travel Index (GMTI) pada 2023.

Secara finansial, total aset keuangan syariah di Indonesia meningkat dari Rp1.289 triliun pada Desember 2018 menjadi Rp2.451 triliun pada April 2023, dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 11,3% selama 6 tahun terakhir.

Market share keuangan syariah terhadap keuangan nasional juga mengalami peningkatan signifikan dari 8,5% menjadi 11% selama periode tersebut.
Selain itu, market share industri perbankan syariah di Indonesia berhasil naik dari angka 5% terhadap perbankan nasional.

Peningkatan ini dipicu oleh sejumlah aksi korporasi dan kebijakan anorganik di industri perbankan syariah, termasuk merger tiga bank syariah HIMBARA menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI), konversi Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah, dan Bank Riau Kepri menjadi Bank Riau Kepri Syariah.

Sebagai hasilnya, BSI kini tercatat sebagai bank syariah global peringkat ke-13 berdasarkan market capitalization.

Dedi Kurnia menegaskan bahwa peran untuk memajukan ekonomi syariah bukan hanya bersumber dari kesadaran masyarakat tetapi juga berada di upaya pengelolaan pemerintah yang baik.

“Mungkin bukan soal kesadaran masyarakat, tetapi soal pengelolaan pemerintah yang tidak dapat membawah syariah menjadi wadah ekonomi nasional," tegas Dedi

Sejumlah pencapaian ini seyogyanya dipertahankan bahkan ditingkatkan oleh Ganjar-Mahfud apabila memenangkan Pilpres 2024 mendatang demi terwujudnya visi Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa