Akurat

Pengusaha Hotel Syariah Akui OTA Gerus Pendapatan Mereka

M. Rahman | 20 November 2023, 19:59 WIB
Pengusaha Hotel Syariah Akui OTA Gerus Pendapatan Mereka

AKURAT.CO Gempuran Online Travel Agent (OTA) terhadap operator hotel syariah di Indonesia kian terasa. Pasalnya, selain mengenakan platform fee, mereka juga memonopoli harga di pasaran.

Komisaris PT Sofyan Hotel Tbk, Riyanto Sofyan mengatakan pendapatan hotelnya sejak tahun 2022 lalu mulai bergerak ke level normal sebelum pandemi Covid-19, yakni sekitar 70% nya. 

Pergerakan ini, selain didorong mulai pulihnya segmen pemerintah, juga didorong segmen korporasi dan OTA. Dari sisi tingkat okupansi sendiri sudah normal di kisaran 80-90%.

Sayangnya, OTA yang membawa pasar atau konsumen baru juga mengenakan platform fee sekitar 15-20%. Terlebih, harga jual juga turut diatur dan operatir hotel dilarang mematok harga yang sama dengan OTA di website mereka masing-masing.

"Jadi lebih bergerak justru ke arah korporate dan OTA kebanyakan. Tapi OTA enggak enaknya kita harganya sudah rendah, dipotong lagi 15-20% fee. Ini yang lagi kita perjuangkan dalam fair business istilahnya kan jadi kayak semacam monopoli, jadi serba salah. Satu pihak memang kita nambah pasar dari mereka namun di pihak lain kayak enggak punya hotel sendiri, diatur sama orang jualnya mesti segini mesti segitu," kata Riyanto kepada Akurat.co, Senin (20/11/2023).

Baca Juga: Wisata Muslim Kian Populer, Jumlah Mitra Hotel RedDoorz Syariah Naik 5 Kali Lipat

Ditambahkan, tantangan dari kolaborasi dengan OTA tersbeut membuat top line perusahaan sulit kembali ke level normal sebelum pandemi. Bahkan OTA dirasa bukan lagi sebagai kompetitor, melainkan sudah dirasa bertindak sebagai regulator pasar.

 

"Kita bukan kompetitor lagi dengan OTA, kita malah enggak bisa ngapa-ngapain ya kan? Jadi kayaknya dia yang lebih punya hotel dari pada kita," imbuh Riyanto.

Seperti diketahui, makin ramai OTA termasuk yang terbaru RedDoorz dan OYO masuk ke pasar hotel syariah. Persaingan ini semakin membuat kompetisi di industri ini kian memanas.

Tambahan informasi, pendapatan bersih Sofyan Hotel selama separuh tahun 2019 mencapai Rp11,3 miliar, dengan jumlah jaringan hotel yang dikelola mencapi 20 hotel yang tersebar di kota Jakarta maupun kota-kota lainnya.

Fasilitas yang diberikan selalu disertai dengan perolehan sertifikat jaminan halal dari MUI dan LPPOM setempat seperti halnya dalam penyajian makanan dan minuman. Dengan itu semua, Sofyan Hotel senantiasa berupaya unutk menjadi hotel halal yang sesungguhnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa