Akurat

Dorong Ekspor Ke Kuwait, Wamendag Jerry: Potensi Pasar Sangat Besar

Arief Rachman | 16 November 2023, 22:47 WIB
Dorong Ekspor Ke Kuwait, Wamendag Jerry: Potensi Pasar Sangat Besar

AKURAT.CO Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga meyakini, Kuwait merupakan pasar ekspor potensial bagi Indonesia sebab hampir 95 persen kebutuhan dalam negerinya disuplai dari luar negeri.

Hal ini diutarakan Wamendag Jerry kala menghadiri Indonesia Trade and Tourism Forum and Exhibition (ITTFE) di Kuwait Chamber of Commerce and Industry (KCCI) Building di Kuwait City, Kuwait pada Selasa (14/11/2023).

"Masih banyak pintu bagi hubungan Indonesia-Kuwait yang saling menguntungkan. ITTFE merupakan strategi yang sangat baik karena membantu memperluas diversifikasi pasar. Selain itu, juga memungkinkan perusahaan-perusahaan Indonesia untuk maju lebih jauh dan meningkatkan ekspor ke Kuwait. Hal ini khususnya usaha kecil dan menengah (UKM) dan pelaku industri. Dengan demikian, mendorong Indonesia menjadi bagian integral dari rantai pasokan global," terang Wamendag Jerry.

ITTFE digelar Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan KBRI Kuwait City sebagai ajang pelaku usaha Indonesia untuk mempromosikan produknya kepada calon mitra bisnis di Kuwait.

"Kuwait juga sedang menuju New Kuwait 2035 sebagai pusat keuangan dan perdagangan di wilayah Timur Tengah. Pada periode 2023–2024, terdapat 107 megaproyek yang sedang dan akan dilakukan juga di Kuwait. Selain itu, pemerintah Kuwait berupaya mendorong New Agricultural Concept, sejalan dengan salah satu program prioritas Kuwait, yaitu ketahanan pangan," imbuh Wamendag Jerry.

Baca Juga: Dampingi Presiden RI Bertemu Presiden AS, Mendag Zulhas: Indonesia-AS Sepakati Kemitraan Strategis Komprehensif

Kementerian Perdagangan mencatat, pada 2022, total perdagangan Indonesia-Kuwait sebesar USD315,81 juta. Dari segi neraca perdagangan bilateral dengan Kuwait, Indonesia mencatat surplus perdagangan dengan jumlah total USD27,12 juta.

Pada Januari–September 2023, perdagangan bilateral Indonesia-Kuwait tercatat USD405,59 juta atau meningkat 84,82 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD219,45 juta.

Ekspor Indonesia ke Kuwait mencapai USD187,99 juta pada Januari–September 2023 atau meningkat 52,08 persen dari tahun sebelumnya dengan jumlah USD123,62 juta.

Komoditas ekspor utama Indonesia ke Kuwait termasuk kendaraan 1.000-3.000 cc, katup, ikan
preparat, blockboard, laminboard dan papan reng, dan bubur kayu.

Indonesia termasuk dalam daftar sebagai mitra ekspor Kuwait ke-27, di bawah negara Asia lainnya negara seperti Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Tren ekspor Indonesia ke Kuwait tercatat meningkat 0,25 persen pada 2018-2022.

Baca Juga: Bertolak Ke Arab Saudi-AS, Mendag Dampingi Presiden Dalam Pertemuan KTT OKI Dan Pertemuan Tingkat Menteri APEC 2023

Adapun impor Indonesia dari Kuwait mencapai USD217,60 juta pada Januari–September 2023 atau meningkat 127,05 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya dengan jumlah sebesar Rp95,84 juta.

Komoditas ekspor utama Kuwait untuk nonmigas dan gas alam ke Indonesia termasuk belerang, hidrokarbon siklik, etilen polimer, serta pompa dan elevator cair.

ITTFE dihadiri 39 delegasi dari 1 universitas dan 17 perusahaan dari berbagai sektor, seperti furnitur dan kerajinan tangan, elektronik, makanan dan minuman, produk herbal, perawatan kulit, peralatan medis, dan pariwisata.

Pada kesempatan tersebut, Wamendag Jerry juga menyaksikan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara PT Banglele Indonesia Maju dengan Cross Border Co. Kuwait untuk kerja
sama pengembangan akuakultur serta kerja sama bisnis produk herbal dan kesehatan.

Pertemuan Bilateral Indonesia-Kuwait

Sebelumnya, Wamendag Jerry bertemu Undersecretary Kementerian Perdagangan dan Industri Kuwait Zyad Abdullah Alnajem di Kuwait City, Kuwait pada Senin lalu (13/11/2023). Keduanya membahas peningkatan perdagangan dan potensi investasi kedua negara.

“Indonesia mendorong agar kedua negara dapat segera melaksanakan pertemuan kedua Joint Trade Committee (JTC) Indonesia-Kuwait pada 2024 untuk menindaklanjuti beberapa isu yang telah dibahas dan disepakati pada pertemuan sebelumnya dan membahas potensi kerja sama lainnya di bidang perdagangan,” jelas Wamendag Jerry.

Adapun Undersecretary Zyad menyampaikan, pada Mei tahun ini, telah diadakan forum bisnis sektor investasi sebagai wujud pelaksananaan JTC 2020. Adapun dalam waktu dekat ini, akan diadakan forum bisnis sektor perdagangan dan pariwisata.

Baca Juga: Anugerahkan Penghargaan Perlindungan Konsumen, Mendag: Kemendag Komitmen Wujudkan Konsumen Berdaya Dan Pelaku Usaha Bertanggung Jawab

Lebih lanjut, Indonesia dan Kuwait memiliki forum pertemuan bilateral, yaitu JTC yang dibentuk pada 2019 silam. Pertemuan pertama JTC Indonesia-Kuwait telah digelar pada November 2020 silam.

Pertemuan kedua diagendakan pada 2021, namun masih tertunda hingga saat ini.

Wamendag Jerry juga menuturkan, Indonesia tengah memantapkan kesiapan digitalisasi mengingat luasnya wilayah dan keterjangkauan sarana di wilayah terpencil dan terjauh.

Terkait hal itu, Kuwait diharapkan dapat mengambil peran dalam investasi digital di Indonesia, sebagai contoh pembangunan base transceiver station (BTS) di daerah-daerah terpencil.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.