Akurat

7 Perawatan Motor Bikin Kendaraan Anda Lebih Awet

Hutama Prayoga | 14 Oktober 2023, 10:00 WIB
7 Perawatan Motor Bikin Kendaraan Anda Lebih Awet

AKURAT.CO Motor sebagai salah satu moda transportasi yang paling sering digunakan untuk sehari-hari, sudah pasti membutuhkan perawatan yang lebih optimal demi menghindari kerusakan. 

Bagi para pengendara, perawatan pada motor yang harus lebih optimal kerap kali membuat repot untuk terus-menerus pergi ke bengkel. Padahal, pengendara bisa melakukan 7 perawatan berikut secara mandiri agar motor dapat terhindar dari kerusakan.

Berikut 7 perawatan motor secara mandiri yang dapat dilakukan pengendara tanpa harus sering pergi ke bengkel.

1. Cuci dan Bersihkan Motor

Pembersihan motor pada dasarnya tidak hanya membersihkan noda yang terdapat pada sebuah bodi motor saja. Motor juga harus dicuci bagian dalamnya seperti sela-sela mesin hingga beberapa sudut yang sulit untuk digapai.

Baca Juga: Gegara Ini, Motor Gampang Kemalingan! Jangan Diabaikan

Pencucian motor mejadi penting karena kotoran yang terdapat pada motor akan mampu menghambat kinerja komponen dari kendaraan atau bahkan dapat membuat kendaraan tersebut mengalami sebuah kerusakan.

2. Periksa Oli Mesin

Oli juga merupakan salah satu hal yang penting untuk diperiksa. Pengecekan terhadap oli yang baik pada dasarnya dapat dilakukan secara mandiri di rumah oleh pengendara.

Pengendara bisa melakukan inspeksi volume, kekentalan, hingga warna dari oli tersebut untuk membuktikan kelayakan oli. Idealnya, pemeriksaan ini dapat dilakukan setiap 3.000 km atau per 3 bulan sekali.

3. Periksa Kondisi Aki

Komponen voltase yang lemah pada aki akan berpengaruh pada sistem kelistrikan pada motor. Untuk hal tersebut pengendara dapat melakukan pengecekan dengan beberapa cara yang bisa dilakukan secara mandiri.

Pengendara dapat meraba permukaan bodi aki untuk memastikan fisik aki tidak terdapat tonjolan pada satu sisi. Tonjolan yang muncul pada aki dapat menggambarkan voltase pada aki mengalami sebuah kerusakan pada sistem kelistrikannya.

4. Periksa Kondisi Filter Udara

Kondisi filter udara yang rusak akan berdampak pada kinerja motor yang kurang optimal dengan penggunaan bahan bakar yang kurang efisien. Kerusakan pada filter udara dapat ditandai dengan tarikan gas motor yang terasa berat.

Pengendara dapat melakukan perawatan dengan memeriksaan box filter udara dengan obeng lalu membersihkannya. Rekomendasi pembersihan filter udara sebaiknya dilakukan setiap 12.000 km hingga 15.000 km atau setara dengan 12 hingga 15 bulan pemakaian.

5. Cek Ketebalan Ampas Rem

Salah satu hal berdampak karena penggunaan motor dengan intensitas tinggi adalah rem. Pasalnya, rem sebagai salah satu sistem pengatur kecepatan motor akan terus-menerus mengalami gesekan hingga ampas rem yang terbuat dari karet menjadi lebih tipis.

Untuk pengecekan, ampas rem yang sudah tipis dapat ditandai dengan suara berdecit ketika pengendara menarik tuas rem ketika motor sedang berjalan. Tidak hanya itu, minyak rem yang berkurang serta tuas rem yang dapat ditekan lebih dalam juga bisa menjadi indikasi ampas rem harus segera diganti.

6. Cek Suspensi

Intensitas penggunaan motor yang cukup tinggi akan membuat risiko kerusakan pada motor meningkat. Salah satu yang beresiko mengalami kerusakan adalah suspensi. Oleh karena itu, kondisi suspensi pada setiap kendaraan harus diperhatikan pengendara.

Untuk pengecekannya, pengendara dapat melihat keadaan suspensi secara mandiri. Jika pengendara melihat suspensi memiliki bekas lecet dan berminyak disertai debu, maka ada kemungkinan suspensi mengalami sebuah masalah.

Kerusakan suspensi akan lebih bijak jika perbaikan dilakukan di bengkel. Pengendara hanya dapat melakukan pengecekannya saja secara mandiri.

7. Cek Kondisi Ban

Ban merupakan salah satu komponen penting pada setiap kendaraan khusunya motor. Selain itu, ban juga menjadi salah satu komponen vital pada motor yang langsung bersentuhan langsung dengan aspal.

Pada sebuah kendaraan, ban memiliki tugas sebagai sebuah penjaga traksi, penopang beban, serta alat bantu gerak. Oleh karena itu, dengan tugas yang cukup penting pemeriksaan ban pada sebuah kendaraan adalah hal yang wajib dilakukan.

Pemeriksaan pada ban bisa dilakukan di rumah secara mandiri oleh pengendara. Untuk memeriksa kelayakan sebuah ban, pengendara dapat melihatnya melalui Tread Wheel Indicator (TWI) yang berbentuk tanda panah pada bibir ban. Jika permukaan ban sudah menyentuh garis panah, maka ban sudah tipis dan sudah tidak layak untuk digunakan.

Tidak hanya itu, pengendara juga dapat memeriksa tekanan angin yang ada di dalam ban dengan menggunakan pompa. Rekomendasi tekanan angin pada ban, biasanya terdapat di setiap buku panduan motor.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.