AC Milan Kembali Profit Setelah 16 Tahun

AKURAT.CO - Kabar gembira untuk Milanisti di seluruh dunia termasuk Indonesia. AC Milan kembali membukukan laba sebesar €6 juta setara Rp98,4 miliar untuk tahun buku musim 2022/2023, sekaligus mengakhiri puasa profit setelah terakhir kali mencicipinya musim 2006/2007 silam.
Dikutip dari Sempremilan, capaian ini disebut menjadi langkah nyata klub ini yang bisa menghasilkan lompatan untuk kembali berada di jalur dan grup klub elit Eropa.
Dilaporkan, pendapatan AC Milan musim lalu mencapai lebih dari €400 juta. Capaian ini tak lepas dari perjalanan klub di Liga Champions hingga semifinal yang menghasilkan setidaknya €85 juta, ditambah penjualan tiket sekitar €60 juta serta adanya pertumbuhan pendapatan komersial (sponsor dan mitra).
Baca Juga: Tekuk AC Milan, Arsenal Juara Di Dubai
"Laba pertama yang dihasilkan dalam 16 tahun. Keseimbangan ekonomi klub bisa bergantung pada hasil Liga Champions dalam beberapa tahun ke depan, tetapi kemungkinan klub lolos ke Piala Dunia Antarklub FIFA yang dijadwalkan mulai tahun 2025 akan menjadi sumber pendapatan lain yang sangat penting," tulis Sempremilan dikutip Jumat (29/9/2023).
Sumber pendapatan baru lainnya yang tak kalah penting adalah stadion baru. AC Milan resmi mengajukan proposal perencanaan kepada dewan San Donato untuk fasilitas berkapasitas 70.000 kursi dengan desain modern, dengan layanan dan infrastruktur mutakhir untuk menyelenggarakan segala jenis event.
Juga akan ada fasilitas lain seperti museum klub dan toko, bar, restoran, hotel dan kawasan hiburan. Proyek ini akan memakan lahan seluas 46 hektar, setengahnya akan dialokasikan untuk kawasan hijau.
Sebagai bukti betapa seriusnya proyek ini, RedBird Capital, sang pemilik klub telah membayar €40 juta pertama untuk peningkatan modal di masa depan sehingga ekuitas bersih (dalam anggaran yang baru disetujui) akan meningkat menjadi €177 juta (dari €131 juta pada tahun 2022).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










