Sejarah Perkembangan Revolusi Industri Dari 1.0 Hingga 4.0

AKURAT.CO Revolusi industri adalah istilah untuk merujuk kepada serangkaian perubahan besar dalam sektor manufaktur, teknologi dan ekonomi serta menghasilkan perubahan dalam cara produksi barang dan lainnya.
Revolusi industri biasanya ditandai oleh pengenalan teknologi baru yang menggantikan atau meningkatkan produksi yang ada, sehingga mengubah secara mendasar cara manusia bekerja dan menjalankan aktivitasnya dengan lebih mudah.
Baca Juga: Sumpah Pemuda, Pemerintah Bidik Hidupkan Sociopreneur Jelang Era Revolusi Industri 5.0
Perkembangan Revolusi Industri
1. Revolusi Industri 1.0: Era mesin uap
Zaman industri pertama kali terjadi di Inggris pada tahun 1760-1844. Revolusi Industri 1.0 adalah titik awal perubahan besar dalam sektor manufaktur. Pada periode ini, James Watt menemukan mesin uap, yang menggantikan tenaga manusia serta hewan dalam menggerakkan mesin-mesin.
Ini memungkinkan produksi yang lebih efisien, pertumbuhan ekonomi yang pesat dan perkembangan transportasi seperti kereta api. Revolusi ini membwa perubahan mendasar dalam cara manusia bekerja.
2. Revolusi Industri 2.0: Era listrik dan garis perakitan
Revolusi Industri 2.0 terjadi pada 1870-1914 yang ditandai dengan penemuan listrik oleh Thomas Edison dan George Westinghouse. Listrik memungkinkan penggunaan mesin-mesin yang lebih efisien dan pengembangan garis perakitan otomatis oleh Henry Ford. Ini menghasilkan produksi massal yang lebih murah, yang membuat barang-barang konsumen lebih terjangkau bagi masyarakat.
3. Revolusi Industri 3.0: Era elektronika dan komputer
Era ini dimulai pada tahun 1970. Revolusi Industri 3.0 adalah awal dari era komputer. Perkembangan teknologi mikroelektronika dan komputer pribadi mengubah cara proses produksi dan pengendalian. Robot industri dan otomatisasi menjadi lebih umum. Perusahaan mulai mengadopsi sistem komputer untuk mengelola inventaris, produksi dan rantai pasokan mereka. Ini meningkatkan efisiensi dan memungkinkan peningkatan dalam pengembangan produk.
4. Revolusi Industri 4.0: Era digital dan koneksi
Istilah Revolusi Industri 4.0 pertama kali bergema pada saat 2011 dan berjalan sampai sekarang. Revolusi industri ini adalah titik balik dalam sejarah manufaktur.
Ini mencirikan integrasi teknologi digital dalam seluruh proses produksi dan manufaktur.
Baca Juga: Canggihnya Teknologi untuk Menopang Revolusi Industri
Berikut beberapa jenis teknologi yang ada pada Revolusi Industri 4.0:
- Internet of Things
- Big data
- Augmented Reality (AR)
- Cyber security
- Artificial Intelligence (AI)
- Simulation
- Additive manufacturing
- System integration
- Cloud computing
Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), analitik data, cloud computing dan sebagainya digunakan untuk menghubungkan semua aspek produksi. Ini memungkinkan sebuah perusahaan untuk mengumpulkan dan menganalisis data secara real-time, meningkatkan efisiensi produksi, mengurangi biaya dan mengoptimalkan rantai pasokan.
Manufaktur cerdas yang merupakan ciri Revolusi Industri 4.0 juga memungkinkan personalisasi produk dengan cepat dan efisien, yang memenuhi tuntutan konsumen yang semakin beragam. Pabrik-pabrik cerdas menggunakan sistem otomatisasi yang terhubung untuk memantau kondisi peralatan, mendiagnosa masalah dan mengambil tindakan perbaikan tanpa campur tangan manusia.
Selain itu, teknologi ini juga mempengaruhi cara kita bekerja. Telecommuting dan pekerjaan jarak jauh semakin umum dan perusahaan menggunakan teknologi untuk meningkatkan kolaborasi dan komunikasi di antara setiap individu yang terpisah geografis.
Revolusi Industri 1.0 hingga 4.0 mencerminkan evolusi besar dalam sektor manufaktur dan dampaknya pada masyarakat dan ekonomi. Dari mesin uap hingga pabrik cerdas yang terhubung, setiap revolusi telah membawa perubahan signifikan dalam cara bekerja, berkomunikasi dan hidup.
Dengan terus berlanjutnya perkembangan teknologi, setiap individu dapat dengan yakin bahwa dunia manufaktur akan terus mengalami transformasi dan harus siap untuk menghadapinya dengan bijaksana dan inovatif. (Ami Fatimatuz Zahro')
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









