PLN Nusantara Power Gandeng Berbagai Perusahaan Global Kembangkan CCUS
M. Rahman | 11 September 2023, 18:05 WIB

AKURAT.CO - PT PLN Nusantara Power, PT Jawa Satu Power (Jawa 1), GE Vernova's Gas Power, Carbonco dan BP Berau meneken Nota Kesepahaman (MoU) terkait studi kelayakan dalam mengembangkan value chain penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon atau CCUS dan dekarbonisasi pembangkit listrik tenaga gas di Indonesia, yang didukung oleh teknologi listrik GE Vernova.
MoU ini ditandatangani dalam rangkaian acara pertama dari International & Indonesia CCS Forum 2023 yang berlangsung dari 11 hingga 12 September di Hotel Mulia, Jakarta. MoU ini dibuat berdasarkan pengumuman pada bulan Oktober 2022 oleh GE dan Carbonco untuk bersama-sama menjelajahi rencana integrasi teknologi CCUS dengan pembangkit listrik berbahan bakar gas di wilayah Asia dan Oseania yang didukung oleh teknologi pembangkit listrik GE Vernova.
Sejak itu, kedua belah pihak telah mengidentifikasi dan mengembangkan peluang nyata berdasarkan kelayakan ekonomi dan kelayakan proyek. MoU dengan bp, PLN Nusantara Power, dan Jawa 1 hari ini merupakan tonggak penting dalam membuka jalan untuk mempercepat adopsi teknologi CCUS di Asia.
Dalam perjanjian ini, PLN Nusantara, Jawa 1, Carbonco, BP, dan GE Vernova akan berkolaborasi untuk mengatasi seluruh value chain CCUS, mulai dari penerapan teknologi penangkapan karbon dalam pembangkit listrik berbahan bakar gas hingga pengangkutan CO2 ke terminal impor dan ekspor, serta penyimpanan CO2 yang telah ditangkap di situs Tangguh, Teluk Bintuni, Papua Barat, Indonesia. Studi ini bertujuan untuk mencapai pemahaman yang lebih dalam mengenai pengembangan value chain CCUS di Indonesia sebagai pusat di kawasan ini.
Presiden & CEO GE Vernova’s Gas Power business Asia, Ramesh Singaram mengatakan GE Vernova sendiri akan memanfaatkan pengalamannya dalam hal teknologi dan kontrol untuk mengintegrasikan pembangkit listrik gas combined cycle dengan teknologi CCUS milik Carbonco.
Dengan keahlian yang telah terbukti dalam rekayasa pembangkit listrik gas combined cycle, kemampuan operasional, dan integrasi pabrik penangkapan karbon, GE Vernova akan memimpin integrasi ini dengan tujuan memastikan kemampuan pembangkit listrik untuk menyediakan jumlah energi listrik sesuai dengan yang dibutuhkan (dispatchability), dengan intensitas karbon yang lebih rendah, fleksibilitas dan keandalan tinggi, serta biaya yang lebih rendah.
"Kami menekankan fokus pada pengembangan teknologi energi terkini yang sangat penting seperti penangkapan karbon, dan kami senang bahwa kolaborasi ini akan membuka jalan bagi value chain yang kuat dan akan membantu mengatasi pengurangan emisi karbon di sektor energi serta mendukung komitmen perubahan iklim di Indonesia," kata Ramesh dikutip Senin (11/9/2023).
Ditambahkan Ramesh, dalam upaya untuk menjadi pemimpin transisi energi global, GE Vernova akan melakukan spin-off pada tahun 2024 menjadi perusahaan independen yang akan berfokus dalam menunjang usaha percepatan menuju energi yang lebih andal, terjangkau, dan berkelanjutan.
"Di Indonesia, GE telah hadir selama lebih dari 70 tahun dengan sekitar 500 karyawan atau lebih di tiga lokasi, yang berkontribusi hingga 30% dari kebutuhan listrik negara," imbuh Ramesh.
CEO Carbonco, Sang Min Lee mengatakan pihaknya akan memanfaatkan kemampuan teknologi dan pengalamannya dalam CCUS selama lebih dari 20 tahun untuk melaksanakan berbagai proyek dekarbonisasi global. Selain itu, Carbonco telah berhasil menyelesaikan FEED (Front-End Engineering Design) dan perancangan rekayasa terperinci untuk penangkapan karbon dengan skala 3.000 ton per hari. Carbonco akan memanfaatkan keunggulannya dalam standarisasi dan modularisasi pada studi gabungan ini untuk memastikan standar kualitas dan mengurangi resiko ketidakpastian.
"Bekerja sama dengan pemain global dan lokal seperti GE Vernova, bp, PLN Nusantara dan Jawa 1 sangat penting untuk memastikan bisnis kami berada di jalur yang benar. Kami yakin bahwa perjanjian hari ini akan semakin mempercepat pergerakan besar kami, dan CARBONCO serta GE akan terus menilai pasar global untuk proyek-proyek nyata dengan model integrasi yang tepat,” ucap Lee.
Proyek Tangguh CCUS yang dilaksanakan oleh bp merupakan proyek CCUS terdepan di Indonesia dengan rencana pengembangan yang telah mendapat persetujuan dari Pemerintah Indonesia pada tahun 2021, untuk pekerjaan FEED yang sedang berjalan dan rencana pengerjaan proyek dalam waktu dekat. Memiliki kapasitas penyimpanan akhir sekitar 1,8 GtCO2, Tangguh memiliki posisi yang baik dan memiliki potensi besar untuk menjadi pusat CCS pertama bagi penghasil emisi domestik dan internasional.
Untuk tahap awal, di Tangguh, bp berencana untuk menyuntikkan kembali 30+ juta ton CO2 ke dalam reservoir untuk membantu memulihkan produksi gas tambahan melalui Enhanced Gas Recovery (EGR). Ini akan menjadi proyek CCUS skala besar pertama di dunia dengan EGR.
Presiden Regional BP Asia Pasifik, Gas & Low Carbon Energy, Kathy Wu mengatakan "Sebagai perusahaan energi yang telah lama menjadi mitra strategis bagi Indonesia dan menjadi proyek hub CCUS paling canggih di negara ini, kami bertujuan untuk berperan aktif dalam membantu Indonesia untuk mencapai target Net Zero. Bersama dengan PLN Nusantara, Jawa 1, GE dan CARBONCO, kami akan membuka jalan bagi dekarbonisasi pembangkit listrik di Indonesia dengan potensi injeksi CO2 di Tangguh," ucap Wu.
sebagai perusahaan energi multinasional terkemuka yang telah beroperasi selama lebih dari lima dekade di Indonesia, BP membawa pengetahuan dan keahlian global, teknologi dan kemampuan keuangan yang diperlukan untuk memajukan inisiatif CCUS/CCS di negara ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










