Akurat

Erick Thohir Minta Maaf Atas Rencana Kenaikan Harga Pertamax

| 31 Maret 2022, 10:10 WIB
Erick Thohir Minta Maaf Atas Rencana Kenaikan Harga Pertamax

AKURAT.CO, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir meminta maaf atas rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 92 atau Pertamax.

Erick menjelaskan Pertamax merupakan Jenis BBM Umum (JBU), sehingga pemerintah tidak memberikan subsidi.

“Ini pemerintah sudah memutuskan Pertalite dijadikan subsidi, Pertamax tidak. Jadi kalau Pertamax naik ya mohon maaf. Tapi kalau pertalite, subsidi tetap,” kata Erick Thohir dalam Kuliah Umum: Milenial dan Digital Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional, Rabu (30/3/2022).

Sebagaimana diketahui, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyetujui penyesuaian harga untuk bahan bakar minyak non-subsidi sesuai dengan keekonomiannya.

Persetujuan itu tertuang dalam kesimpulan saat Komisi VI DPR RI mengadakan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Direktur Utama Pertamina, pada Senin (28/3/2022).

"Komisi VI DPR RI mendukung penyesuaian harga bahan bakar minyak non subsidi yang mengikuti harga keekonomian minyak dunia untuk menjamin kesehatan keuangan Pertamina dalam menjalankan penugasan pemerintah," tulis salah satu poin kesimpulan yang dibacakan Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima dan disetujui anggota dalam RDP tersebut.

Keputusan itu ditetapkan usai Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati meminta dukungan DPR untuk menyetujui penyesuaian harga BBM. Nicke menilai kenaikan BBM non-subsidi wajar karena Pertamax bukan untuk masyarakat miskin.

"Hari ini Pertamax belum mengikuti mekanisme pasar, jadi mungkin dukungan diperlukan. Even Pertamax itu digunakan untuk mobil bagus, jadi sudah sewajarnya dinaikkan karena ini bukan untuk masyarakat miskin,” kata Nicke.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan kenaikan harga minyak dunia juga mendongkrak harga harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP). Tingginya harga minyak dunia juga sangat berpengaruh terhadap harga BBM.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerjasama Kementerian ESDM, Agung Pribadi mengungkapkan batas atas harga jual jenis BBM umum RON 92 untuk bulan Maret 2022 sebesar Rp14.526 per liter.

Harga tersebut merupakan cerminan dari harga keekonomian BBM RON 92 berdasarkan formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran jenis BBM Umum.

Kata Agung, Harga keekonomian atau batas atas BBM umum RON 92 pada April 2022 akan lebih tinggi lagi dari Rp14.526 per liter, bahkan bisa jadi mencapai Rp16.000 per liter.

“Jadi sebagaimana yang telah disampaikan oleh Bapak Menteri ESDM, saat ini kita masih mencermati harga minyak ini, karena kalau berkepanjangan memang bebannya berat juga baik ke APBN, Pertamina dan sektor lainnya," ujarnya dalam keterangannya, dikutip Minggu (27/3/2022).

Sementara itu, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengusulkan agar Pertamina menghitung ulang nilai keekonomian Pertamax.

Hal itu bertujuan supaya subsidi BBM yang diberikan pemerintah tidak salah sasaran. Pasalnya, hingga saat ini banyak kendaraan mewah yang masih menggunakan Pertamax.

“Sudah saatnya dihitung ulang brapa harga yang layak yang diberikan Pertamina untuk harga Pertamax yang dikonsumsi mobil mewah. Ini untuk keadailan semua,” ujarnya, Selasa (22/3/2022).

Lebih lanjut dia menyebutkan harga BBM dengan RON 92 di Indonesia jauh lebih murah dibandingkan di luar negeri. Bahkan di beberapa negara, harga BBM jenis RON 92 sudah mencapai Rp14 ribu hingga Rp15 ribu per liter.

Meskipun di negara tetangga seperti Malaysia, harga BBM jenis RON 92 masih lebih murah dibandingkan harga keekonomiannya. Hal itu, kata Arya, lantaran pemerintah setempat masih memberikan subsidi dengan mekanisme yang dimilikinya.

“Jadi saat ini cukuplah ya harusnya kita (hitung) ulang, jangan sampai Pertamina subsidi mobil mewah yang manfaatkan Pertamax,” tutupnya.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.