Akurat

Kemenhub Selidiki Jatuhnya Pesawat Pelita Air di Nunukan

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 20 Februari 2026, 12:10 WIB
Kemenhub Selidiki Jatuhnya Pesawat Pelita Air di Nunukan

AKURAT.CO Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyampaikan masih menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat Pelita Air di Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/2/2026).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa mengatakan, Berdasarkan data awal, penyebab kejadian kecelakaan pesawat yang mengangkut 1 (satu) orang crew yaitu pilot saat ini masih dalam penyelidikan.

“Informasi terakhir yang kami peroleh pada pukul 15.16 WITA pilot atas nama Capt. Hendrick Lodewyck Adam dinyatakan meninggal dunia,” kata Lukman dalam keterangannya dikutip, Jumat (20/2/2026).

Baca Juga: Kemenhub Perketat Pengamanan Penerbangan Perintis Papua Usai Insiden Penembakan

Dari sisi kelaikudaraan, Lukman menyatakan bahwa pesawat telah menjalani pemeriksaan rutin 100 jam dan 200 jam pada 11 Februari 2026. Total pemeriksaan jam terbang pesawat mencapai 3.303 jam

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah berkoordinasi dengan operator, otoritas bandara, serta instansi terkait untuk memastikan langkah penanganan di lapangan berjalan dengan baik.

“Proses investigasi akan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku oleh instansi berwenang,” ujar Lukman.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini dan mengimbau semua pihak untuk menunggu informasi resmi yang terverifikasi.

Adapun, pesawat jenis Air Tractor AT-802 registrasi PK-PAA tahun pembuatan 2013, nomor seri 802-0494, yang dioperasikan oleh Pelita Air Service khusus untuk pengangkutan BBM ke daerah terpencil, dilaporkan mengalami kecelakaan dalam penerbangan rute Long Bawan – Tarakan.

Pesawat berangkat dari Bandar Udara Long Bawan pada pukul 04.10 UTC (12.10 WITA) menuju Bandar Udara Tarakan dengan membawa muatan BBM Pertamina dengan estimasi waktu kedatangan di Tarakan pada pukul 05.15 UTC (13.15 WITA).

Baca Juga: Kemenhub Sebut Banten Kunci Kelancaran Angkutan Lebaran 2026

Pilot menyampaikan kepada petugas ATC Tarakan waktu perkiraan pesawat Abeam Malinau pada pukul 04.24 UTC (12.24 WITA), namun pada pukul 04.20 UTC (12.20 WITA), diterima sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT) dari pesawat tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.