Akurat

Pengusaha Rokok Madura Minta Kebijakan Cukai Pro Industri

M. Rahman | 7 Januari 2026, 19:24 WIB
Pengusaha Rokok Madura Minta Kebijakan Cukai Pro Industri

AKURAT.CO Para pengusaha industri hasil tembakau (IHT) di Madura berkomitmen untuk bangkit dan maju bersama di tahun 2026. Hal itu mengingat pertumbuhan industri hasil tembakau (IHT) di Madura tumbuh pesat.

Owner pabrik rokok (PR) Cahaya Pro, H. Fathor Rosi misalnya, merasakan sendiri dampak berganda (multiplier effect) IHT, mulai dari serapan bahan baku tembakau dari para petani setempat, serapan tenaga kerja (padat karya), peningkatan pendapatan daerah hingga penerimaan negara dari sektor cukai hasil tembakau.

H. Fathor Rosi menegaskan, para pengusaha IHT Madura selama ini tegak lurus. Karena itu, pihaknya memohon terutama pemerintah pusat sebagai pengambil kebijakan itu tegak lurus saja, sama seperti halnya yang sudah disampaikan oleh bapak Bupati Situbondo bahwa jangan sampai pemerintah pusat membunuh industri hasil tembakau.

Menurut H. Fathor Rosi, IHT adalah salah satu tulang punggung penerimaan negara, dan bagi daerah seperti Madura, ini sangat krusial khususnya bagi kelangsungan roda perekonomian daerah dan pekerja sektor tembakau.

Baca Juga: PPKE FEB UB: Pemerintah Perlu Susun Roadmap IHT yang Komprehensif

"Silakan pemerintah pusat tegak lurus itu, jangan membunuh industri tembakau, tapi tolong industri tembakau ini dibina. Tidak hanya Cahaya Pro yang ingin maju. Kita juga ingin maju bersama. Seperti kata bapak bupati Pamekasan ‘Bangkit Bersama, Sejahtera Berkualitas'," tegas H. Fathor Rosi dalam sambutannya di Front One and Azana Style Hotel, Pamekasan, belum lama ini.

H. Fathor Rosi juga menyampaikan pesan pada wakil gubernur Jawa Timur, Emil Dardak agar pemerintah pusat melakukan pembinaan ke para pengusaha IHT di Madura.

"Izin saya ingin menyampaikan, mumpung ada bapak wakil gubernur, bapak Emil Dardak, tolong disampaikan kepada pemerintah pusat, agar supaya Madura ini dibina. Karena Madura ini tinggal pembinaan saja, bapak, inshaallah, Madura tidak akan malu-maluin," ujar H. Fathor Rosi.
 
Diketahui, PR Cahaya Pro Pamekasan menerima penghargaan Madura Awards untuk kategori kontributor cukai tertinggi IHT lokal 2025. Penghargaan diterima langsung owner PR Cahaya Pro, H. Fathor Rosi.

Dijelaskan, kontribusi cukai IHT tahun 2025, PR Cahaya Pro tidak hanya tertinggi di Kabupaten Pamekasan. Namun, nomor satu se-Madura.

H. Fathor Rosi menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada rekan-rekan dari panitia Madura Awards XII yang sudah sukses melaksanakan anugerah pada event tersebut.

"Tak lupa, kami ingin menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh karyawan kami, karena tanpa mereka, kami tidak akan bisa sampai ke sini. Sebetulnya, kontribusi terbesar dari tahun 2015 itu, Alhamdulillah, Cahaya Pro selalu nomor satu di Madura," kata H. Fathor Rosi.
 
H. Fathor Rosi berharap para pemangku kebijakan terus hadir membina industri rokok lokal agar tetap kondusif dan berdaya saing. Menurutnya, peran pemerintah sangat penting dalam menciptakan iklim usaha yang sehat serta mendorong peningkatan ekonomi masyarakat Madura.

“Pemerintah harus hadir membina, bukan membinasakan. Industri rokok di Madura punya potensi besar, baik untuk serapan tenaga kerja maupun kesejahteraan petani tembakau. Jangan sampai Madura dicap sebagai sarang rokok ilegal,” pungkasnya.

Diketahui, PR Cahaya Pro tahun ini kembali menjadi perusahaan dengan jumlah buruh penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) terbanyak di Pamekasan tahun 2025.

Data Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan menyebutkan, dari 54 perusahaan yang terinventarisasi, sebanyak 418 buruh PR Cahaya Pro menerima BLT DBHCHT dari total 4.458 penerima yang diproyeksikan. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa