Bencana Sumatera, Kementan Fokus Data Ternak dan Lahan Terdampak

AKURAT.CO Pemerintah menegaskan komitmennya untuk hadir secara nyata dalam menangani dampak bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, khususnya pada sektor peternakan dan pertanian.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono menyampaikan, bahwa langkah awal yang dilakukan adalah pendataan menyeluruh terhadap ternak terdampak sebagai dasar penanganan dan pemulihan berkelanjutan bagi para peternak.
'Saat ini tengah mengidentifikasi seluruh jenis ternak yang terdampak bencana, mulai dari ayam, sapi, hingga kambing," ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (4/1/2026).
Baca Juga: Bantuan Pangan Tahap III Kementan-Bapanas Tiba di Aceh, 220 Ton Logistik Mendarat
Pendataan tersebut dilakukan agar bantuan yang disalurkan nantinya benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan dan mampu mencegah potensi kerugian yang lebih besar di wilayah terdampak bencana yang cukup luas.
Dirinya menjelaskan bahwa pendataan masih berlangsung karena pemerintah saat ini masih berada pada fase penanganan kedaruratan.
Pada tahap ini, prioritas utama adalah pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, termasuk bantuan logistik dan kemanusiaan, sebelum masuk ke tahap pemulihan pascabencana.
Sudaryono menegaskan bahwa penyaluran bantuan untuk sektor peternakan akan dilakukan setelah fase kedaruratan dinyatakan selesai secara menyeluruh.
Pemerintah ingin memastikan bahwa proses pemulihan dilakukan secara terstruktur dan tepat sasaran agar peternak dapat kembali menjalankan usahanya secara berkelanjutan.
Dalam tahap pemulihan pascabencana, Kementerian Pertanian telah menyiapkan sejumlah program bantuan, salah satunya Program Ayam Merah Putih.
Program ini ditujukan bagi peternak yang usaha peternakannya hancur atau terdampak parah akibat bencana alam di berbagai daerah di Sumatera.
Baca Juga: Kementan Kirim Bantuan Pangan ke SUmatera Lewat Kapal TNI AL
Pemerintah juga memastikan bahwa anggaran untuk penanganan bencana, mulai dari fase kedaruratan hingga pemulihan pascabencana, tersedia dan memadai.
Negara, kata Sudaryono, tidak akan membiarkan masyarakat terdampak menghadapi dampak bencana sendirian, melainkan akan mendampingi secara bertahap hingga kondisi pulih.
Dirinya menambahkan, pada fase pemulihan pascabencana, pemerintah akan memberikan bantuan konkret bagi peternak yang mengalami kerusakan total pada usahanya.
Bantuan tersebut meliputi perbaikan sarana peternakan serta dukungan untuk memulai kembali aktivitas produksi.
Tidak hanya sektor peternakan, pemerintah juga berkomitmen memulihkan sektor pertanian yang terdampak banjir dan bencana alam lainnya.
Kementerian Pertanian akan melakukan perbaikan lahan sawah yang rusak serta mencetak sawah baru bagi petani di wilayah terdampak, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Berdasarkan pendataan awal Kementerian Pertanian, sekitar 70 ribu hektare lahan pertanian terdampak bencana di Sumatera.
Dari jumlah tersebut, sekitar 11 ribu hektare mengalami puso akibat kerusakan berat yang menyebabkan lahan tidak dapat ditanami kembali dalam waktu dekat.
Pemulihan lahan sawah akan dilakukan secara bertahap seiring dengan proses pembersihan dan rehabilitasi wilayah terdampak pascabencana.
Pendataan rinci terkait tingkat kerusakan lahan pertanian dijadwalkan mulai dilakukan pada awal Januari 2026 untuk memastikan langkah pemulihan berjalan efektif.
Sudaryono menegaskan bahwa komitmen negara tidak berhenti pada sektor pangan semata.
Pemerintah juga akan berperan dalam memulihkan kehidupan masyarakat secara menyeluruh, termasuk pembangunan kembali rumah warga yang rusak atau hancur akibat bencana alam di berbagai kabupaten dan kota terdampak.
Menurutnya, negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat dapat bangkit kembali pascabencana.
Dengan dukungan anggaran, program pemulihan yang terencana, serta pendampingan berkelanjutan, pemerintah berharap petani dan peternak di Sumatera dapat kembali menjalankan aktivitas ekonomi dan menjaga ketahanan pangan nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










