Akurat

ESDM Tetapkan PT Proteknik Utama Pemenang WK Gagah Sumsel

Dedi Hidayat | 22 Desember 2025, 18:10 WIB
ESDM Tetapkan PT Proteknik Utama Pemenang WK Gagah Sumsel

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan PT Proteknik Utama sebagai pemenang lelang wilayah kerja (WK) Gagah di Sumatera Selatan. PT Proteknik Utama memenangkan lelang WK Gagah melalui lelang penawaran langsung tanpa studi bersama.

WK Gagah sendiri berada di Sumatera Selatan memiliki wilayah seluas 1.595,48 km2 ini memiliki perkiraan cadangan 173 MMBO atau 1,1 TCF, dengan skema kontrak bagi hasil Cost Recovery.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman mengungkapkan bahwa PT Proteknik Utama menjadi pemenang dari WK tersebut.

"Pemenang lelang adalah PT Proteknik Utama dengan bonus tanda tangan sebesar USD300 ribu dan komitmen pasti untuk 3 tahun pertama masa eksplorasi sebesar USD4,25 juta," kata Laode dalam konferensi pers daring, Senin (22/12/2025).

Baca Juga: Kuota Impor BBM Swasta 2026 Belum Final, ESDM Tunggu Data Konsumsi

Lebih lanjut, Laode berharap pengelolaan WK Gagah dapat memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan dan keamanan energi nasional di masa mendatang.

Selain itu, pemerintah juga mengimbau pemenang lelang untuk segera merealisasikan komitmen pasti yang telah disepakati serta menyelesaikan proses kontrak kerja sama sesuai ketentuan yang berlaku.

"Juga kami menghimbau pemenang untuk dapat segera melaksanakan komitmen pasti yang telah ditentukan dengan baik menyelesaikan kontrak kerjasamanya," tutur Laode.

Adapun, Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi mengumumkan pelaksanaan lelang Wilayah Kerja (WK) migas tahap III tahun 2025. Lelang ini menawarkan sebanyak delapan wilayah kerja migas kepada investor.

Kedelapan wilayah kerja (WK) migas yang ditawarkan meliputi sejumlah daerah dengan potensi sumber daya yang beragam.

Baca Juga: Kejar Produksi Migas, ESDM Tambah Lelang 8 Wilayah Kerja

WK pertama adalah Tapah yang berada di daratan Provinsi Sumatra Selatan dan Jambi, dengan luas sekitar 800,66 kilometer persegi serta potensi sumber daya diperkirakan mencapai 439 juta barel minyak dan 23 miliar kaki kubik gas.

WK kedua, Nawasena, berlokasi di wilayah darat dan lepas pantai Jawa Timur. Wilayah kerja ini memiliki luas kurang lebih 7.000 kilometer persegi dengan potensi sumber daya gas sekitar 1,3 triliun kaki kubik.

Selanjutnya, WK Mabelola yang terletak di daratan dan perairan Sulawesi Tenggara memiliki luas area 7.334 kilometer persegi. Potensi sumber daya di wilayah ini diperkirakan mencapai sekitar 282 juta barel minyak.

WK keempat adalah Arwana 3 yang berada di wilayah lepas pantai Laut Natuna dengan luas area sekitar 5.552 kilometer persegi. Namun, pemerintah belum merinci besaran potensi sumber daya migas di wilayah kerja tersebut.

WK kelima, Tuah Tanah, terletak di wilayah daratan Sumatra Utara dan Riau dengan luas sekitar 3.566 kilometer persegi. Potensi sumber daya minyak di wilayah ini diperkirakan mencapai 52 juta barel.

WK keenam adalah Rangkas yang mencakup wilayah daratan Provinsi Banten dan Jawa Barat. Wilayah ini memiliki luas sekitar 3.970 kilometer persegi dengan potensi sumber daya sebesar 874 juta barel minyak serta 789 miliar kaki kubik gas.

WK ketujuh, Akimeugah I, berada di daratan Papua Selatan dan Papua Pegunungan dengan luas area sekitar 10.791 kilometer persegi. Potensi sumber daya migas di wilayah ini diperkirakan mencapai 15 miliar barel setara minyak.

Sementara itu, WK kedelapan yakni Akimeugah II juga berlokasi di daratan Papua Selatan dan Papua Pegunungan, dengan luas area sekitar 12.987 kilometer persegi. Potensi sumber daya migas yang terkandung di wilayah ini dilaporkan mencapai 15 miliar barel setara minyak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.