Danantara Berpeluang Biayai Proyek SGAR 2 Inalum Senilai USD 800 Juta

AKURAT.CO PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mengungkapkan adanya peluang Danantara untuk mengambil peran dalam pembiayaan proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) fase 2 yang bernilai hingga USD 700–800 juta.
Direktur Pengembangan Usaha Inalum, Arif Haendra, mengatakan bahwa keterlibatan Danantara untuk mendanai SGAR fase 2 masih dalam kajian.
“Iya, rencananya Danantara akan berperan. Nah, nanti besarnya bagaimana setelah kita bicarakan,” kata Arif selepas acara Media Gatehring Forum Wartawan Industri (Forwin) di Sentul, Bogor, Jumat (14/11/2025).
Baca Juga: Ketergantungan Impor HIngga 54%! Inalum Akhirnya Turun Tangan
Keterlibatan Danantara dinilai strategis karena dapat menopang kebutuhan investasi besar tanpa membebani neraca Inalum secara berlebihan.
Meski demikian, Arif menyebut porsi pendanaan dari Danantara masih dalam pembahasan. Di sisi lain, Inalum tetap membuka peluang menggunakan pinjaman jika dibutuhkan.
“Kita usahakan, kalau Danantara cukup, kalau kurang ya pasti ada pinjaman. Supaya leverage kita naik. Karena kita akan bangun smelter juga,” ujarnya.
Terkait dengan final investment decision (FID) SGAR fase 2, Arif menyebut FID akan dilakukan pada Desember 2025. Hal tersebut dikarenakan baru rampungnya studi kelayakan (feasibility study/FS) pada November.
“Desember (FID). Karena kajian FS-nya akan selesai November,” tambah Arif.
Baca Juga: Legislator Soroti Ketimpangan Penerapan Royalti SDA Antara Bukit Asam dan Inalum
Di sisi lain, proyek SGAR fase 2 membutuhkan investasi USD 700–800 juta, dipengaruhi oleh kondisi geografis yang jauh dari pelabuhan dan minim infrastruktur pendukung.
Oleh sebab itu, Arif mengatakan bahwa sebagian dana akan diserap untuk pembangunan fasilitas logistik tambahan.
“Karena memang ada infrastruktur-infrastruktur yang harus kita lengkapi. Karena di sana kan remote, jauh dari pelabuhan. Kita harus membangun fasilitas logistik,” tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










