Cadangan Beras Tembus 3,8 Juta Ton, Bulog Siap Kendalikan Harga di Tengah Lonjakan Permintaan

AKURAT.CO Perum Bulog menegaskan kesiapan penuh untuk menjaga stabilitas harga beras nasional menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Dengan cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 3,8 juta ton, angka tertinggi sepanjang sejarah Bulog, badan pangan tersebut optimistis harga di pasaran dapat tetap terkendali.
Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto menyebut lonjakan stok beras tahun ini menjadi modal kuat dalam menghadapi potensi kenaikan konsumsi.
Baca Juga: Harga Beras Turun, Produksi Nasional Naik 13,5 Persen di 2025
“Posisi stok 3,8 juta ton ini adalah yang tertinggi sejak Bulog berdiri. Kami siap mengeluarkan stok kapan pun jika diminta pemerintah,” ujarnya di Jakarta, Rabu (5/11/2025).
Menurut Prihasto, stok besar memungkinkan Bulog lebih fleksibel dalam mengintervensi pasar, terutama di daerah-daerah yang rawan kenaikan harga menjelang perayaan hari besar keagamaan. Dirinya menegaskan bahwa Bulog akan bertindak cepat jika terjadi gejolak harga di tingkat pengecer.
Wakil Direktur Utama Bulog, Marga Taufiq menambahkan bahwa stok yang melimpah ini merupakan hasil dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sepanjang 2025.
“Ini lebih dari cukup. Bulog siap menyalurkan beras ke wilayah mana pun sesuai kebutuhan,” katanya.
Selain menjaga ketersediaan barang, Bulog juga memperkuat distribusi melalui program SPHP, yang selama ini menjadi instrumen utama stabilisasi harga beras di pasar tradisional maupun ritel modern.
Baca Juga: Bulog Targetkan Distribusi 1,5 Juta Ton Beras SPHP hingga Akhir 2025
Program tersebut diprioritaskan untuk menahan lonjakan harga dan menjaga keterjangkauan bagi masyarakat.
Bulog memastikan seluruh jaringan distribusi beroperasi maksimal menjelang puncak libur akhir tahun. Kolaborasi dengan pemerintah pusat dan daerah juga terus ditingkatkan untuk memastikan pasokan tepat sasaran.
“Kami percaya stok aman, dan distribusi akan berjalan dengan baik sehingga masyarakat bisa menyambut Natal dan Tahun Baru tanpa kekhawatiran soal pasokan beras,” kata Prihasto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 6India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan









