Wamensesneg: Ada Upaya Sistematis Agar Indonesia Tak Berdaulat Pangan

AKURAT.CO Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro, mengungkapkan adanya pihak-pihak yang selama ini berupaya membuat Indonesia tetap bergantung pada negara lain dan sulit mencapai kedaulatan, terutama di sektor pangan.
Menurut Juri, Indonesia sebenarnya memiliki kemampuan besar untuk memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, namun berbagai hambatan membuat swasembada sulit terwujud.
“Impor pangan selama ini bukan semata-mata karena kita belum mampu memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi karena memang ada upaya agar bangsa ini tidak bisa berdaulat di sektor pangan,” ujar Juri dalam Peringatan 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran yang digelar oleh Aliansi Indonesia Raya (AIR) di Jakarta, Senin (13/10/2025).
Juri menjelaskan, upaya tersebut bisa datang dari dua arah, baik dari pihak dalam negeri maupun aktor-aktor globalyang merasa terganggu dengan langkah Indonesia menuju kemandirian.
“Begitu kita bicara soal kedaulatan, baik di bidang pangan, energi, maupun sektor lain, pasti ada pihak yang merasa terusik. Dan yang merasa terganggu itu bukan hanya dari dalam negeri, tapi juga pemain-pemain global,” tegasnya.
Lebih lanjut, Juri menyoroti adanya sejumlah peraturan pemerintah terdahulu yang justru membuka jalan bagi kepentingan pihak-pihak tertentu, sehingga membuat Indonesia sulit keluar dari ketergantungan impor.
Baca Juga: Resep Pisang Nugget Crispy dan Lembut: Camilan Kekinian yang Mudah Dibuat di Rumah
Namun kini, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah disebut telah mengambil langkah serius dengan melakukan pembersihan regulasi yang menghambat kedaulatan nasional.
“Dalam satu tahun ini, Presiden Prabowo telah menerbitkan lebih dari 300 produk peraturan pemerintah. Sebagian besar ditujukan untuk menghapus hambatan-hambatan yang selama ini membuat bangsa kita tidak mandiri,” ungkapnya.
Juri menegaskan, langkah-langkah tersebut menjadi bukti nyata bahwa pemerintahan saat ini berkomitmen penuh untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat dan berdikari, terutama di sektor-sektor strategis seperti pangan dan energi.
“Pak Prabowo betul-betul ingin memastikan bahwa kedaulatan bangsa Indonesia bukan hanya slogan, tetapi harus segera diwujudkan,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK









