Akurat Logo

Diplomasi Pangan, RI Bakal Ekspor Beras 2.000 Ton per Bulan ke Malaysia

Hefriday | 30 Mei 2025, 18:42 WIB
Diplomasi Pangan, RI Bakal Ekspor Beras 2.000 Ton per Bulan ke Malaysia

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan nasional sembari memperluas pengaruh ekonomi kawasan lewat diplomasi pangan.

Salah satu langkah konkretnya adalah rencana ekspor beras ke Malaysia sebesar 2.000 ton per bulan, atau setara 24 ribu ton per tahun.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menyatakan bahwa ekspor beras tersebut akan dimulai dari Kalimantan Barat, provinsi yang secara geografis terletak paling dekat dengan Malaysia.
 
Namun demikian, Amran menegaskan bahwa peluang ekspor terbuka bagi daerah lain yang juga memiliki keunggulan lokasi maupun pasokan.
 
 
“Dari Kalimantan Barat kami mulai, karena paling dekat. Tapi kalau ada perusahaan dari daerah lain yang lebih efisien atau siap, silakan saja ekspor juga,” ujar Amran dalam acara syukuran pencapaian 4 juta ton cadangan beras pemerintah (CBP) di Jakarta, Jumat (30/5/2025).
 
Kerja sama ekspor ini dilakukan dengan skema business to business (B-to-B), tanpa intervensi langsung dari pemerintah dalam urusan teknis pengiriman.
 
Pemerintah hanya berperan sebagai fasilitator dan penjaga kepastian bahwa ekspor tidak mengganggu pasokan domestik. “Prioritas utama tetap kebutuhan dalam negeri. Itu tidak bisa ditawar,” tegas Amran.
 
Menariknya, ekspor ini juga terbuka untuk jenis beras apapun, baik medium maupun premium.
 
Kebebasan ini diberikan kepada pelaku usaha agar dapat menyesuaikan dengan permintaan pasar Malaysia, sekaligus mendorong daya saing produk beras Indonesia di pasar regional.
 
Amran mengungkapkan bahwa arah kebijakan ini merupakan bagian dari arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
 
Kepala negara disebutnya telah memberi lampu hijau untuk memperluas pasar beras Indonesia ke negara-negara sahabat, khususnya di kawasan ASEAN.
 
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono turut membenarkan hal tersebut. Ia menyatakan bahwa komunikasi dengan pengusaha Malaysia telah dilakukan dan responsnya sangat positif.
 
Malaysia disebut menyampaikan kebutuhan rutin sebesar 2.000 ton beras per bulan dari Indonesia.
 
“Kami sudah bertemu langsung dengan pengusaha Malaysia. Mereka sangat berminat. Sekarang tinggal menunggu kesiapan dari pihak mereka,” kata Sudaryono.
 
Pemerintah Indonesia melihat langkah ini sebagai peluang strategis untuk memperkuat posisi sebagai negara produsen pangan di ASEAN.
 
Selain memenuhi kebutuhan domestik, Indonesia kini juga bersiap mengambil peran sebagai penopang ketahanan pangan regional.
 
Saat ini, cadangan beras nasional berada pada posisi yang cukup aman. Berdasarkan data per Jumat (30/5/2025), serapan setara beras oleh Bulog telah mencapai 2.407.863 ton, sementara total stok nasional menembus angka 4.001.279 ton.
 
Dengan stok yang solid dan arah kebijakan yang tegas, ekspor beras ke Malaysia menjadi simbol kepercayaan diri Indonesia dalam mengelola ketahanan pangan sekaligus memperkuat hubungan ekonomi antarnegara tetangga. 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa