Efisiensi Anggaran, Menpar Tanggalkan Pemasaran Konvensional
Hefriday | 16 Februari 2025, 11:30 WIB

AKURAT.CO Kementerian Pariwisata terus berupaya mengembangkan sektor pariwisata Indonesia meskipun menghadapi tantangan efisiensi anggaran di tahun 2025.
Menurut Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa pemangkasan anggaran tidak akan menghambat pencapaian target yang telah ditetapkan. Sebaliknya, strategi baru dan kolaborasi lintas sektor justru akan dimaksimalkan untuk menjaga daya saing industri pariwisata nasional.
Dalam pernyataanya, Menteri Pariwisata menyampaikan bahwa efisiensi anggaran bukan berarti penurunan kinerja, melainkan kesempatan untuk lebih kreatif dan strategis dalam mengelola sumber daya.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah meningkatkan peran diplomasi pariwisata. Para duta besar yang akan bertugas di luar negeri diberi peran sebagai agen promosi wisata, membawa citra pariwisata Indonesia ke kancah internasional.
"Langkah ini diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara tanpa perlu anggaran besar untuk promosi konvensional," ucapnya dikutip Minggu (16/2/2025).
Selain itu, tambahnya, investasi di sektor pariwisata juga menjadi fokus utama. Dimana Kementerian Pariwisata aktif mendorong investor agar berpartisipasi dalam pembangunan di sembilan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) serta tiga badan otorita.
Dengan keterlibatan sektor swasta, pertumbuhan pariwisata diharapkan tetap berkelanjutan meskipun anggaran pemerintah mengalami efisiensi.
Oleh karena itu, lanjut Menteri Widiyanti dalam rangka untuk memastikan pariwisata Indonesia tetap kompetitif, Kementerian Pariwisata akan mengembangkan beberapa program unggulan seperti Gerakan Wisata Bersih, Tourism 5.0 dan pengembangan Desa Wisata.
Program-program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah wisatawan, tetapi juga membangun sektor pariwisata yang lebih ramah lingkungan, berbasis teknologi, serta melibatkan masyarakat lokal.
"Gerakan Wisata Bersih, misalnya, bertujuan untuk meningkatkan kualitas destinasi wisata dengan menerapkan standar kebersihan yang lebih tinggi. Sementara itu, Tourism 5.0 mengedepankan pemanfaatan teknologi digital untuk pengalaman wisata yang lebih interaktif dan efisien. Desa Wisata pun terus dikembangkan agar dapat menjadi daya tarik baru bagi wisatawan domestik dan internasional," paparnya.
Dukungan terhadap upaya efisiensi ini juga datang dari DPR RI. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menegaskan bahwa tantangan anggaran tidak boleh menjadi penghambat, melainkan dorongan untuk bekerja lebih efektif.
Hal senada juga diungkapkan oleh anggota DPR RI, Lamhot Sinaga yang menekankan bahwa efisiensi anggaran harus menjadi pemicu bagi seluruh jajaran kementerian untuk bekerja lebih optimal tanpa kehilangan semangat.
Menurutnya, kuncinya adalah bagaimana menggunakan anggaran yang terbatas secara maksimal tanpa menurunkan kualitas kinerja. "Dengan strategi yang lebih inovatif, reformasi birokrasi yang lebih ramping, dan kolaborasi yang lebih erat, pariwisata Indonesia tetap bisa bersaing di tingkat global," paparnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 3Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 4Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa 2026/27: Skor, H2H, Susunan Pemain
- 9Dana Reses dari Fee Percepatan Haji, BAP Gus Alex Ungkap Permintaan Pimpinan Komisi VIII
- 10PAN Potong Gaji Anggota Dewan, Rp8 Miliar Terkumpul untuk Bantu Korban Bencana









