Jokowi Returns Bukan untuk Merebut Kekuasaan

AKURAT.CO Rencana Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), untuk kembali blusukan keliling Indonesia bukan untuk memperluas atau melanggengkan kekuasaan politik. Masyarakat pun diminta untuk tidak memandang setiap langkah Jokowi dengan prasangka politik.
"Enggaklah, kalau Pak Jokowi mau dibilang melanggengkan kekuasaan itu enggaklah," kata Penanggung Jawab RJ2 (Rumah Juang Relawan Jokowi) untuk Prabowo-Gibran, Utje Gustaaf Patty, saat dihubungi Akurat, Jumat (22/5/2026).
Dia menjelaskan, Jokowi tidak memiliki perangkat partai politik besar yang bisa digunakan untuk membangun kekuatan kekuasaan. Dia pun menyinggung Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang masih tergolong partai kecil.
Baca Juga: Isu Ijazah Tak Akan Goyang Antusiasme Publik Sambut “Jokowi Returns”
"Pak Jokowi ini tidak punya perangkat partai lho. Kalau pun orang bilang PSI, PSI ini masih partai kecil," ujarnya.
Dia juga menyinggung pihak-pihak yang disebutnya merasa terganggu dengan kuatnya pengaruh Jokowi di masyarakat. Menurutnya, partai-partai besar justru seharusnya lebih sering turun langsung menemui rakyat.
"Yang gelisah ini kan partai besar, yang merasa bahwa selama ini hegemoni mereka itu terganggu. Jadi selalu dilarikan ke situ, selalu," jelasnya.
Dia pun meminta publik tidak selalu mengaitkan aktivitas Jokowi dengan agenda tersembunyi. Menurutnya, langkah Jokowi turun ke masyarakat justru lahir dari kepedulian terhadap kondisi rakyat kecil.
"Jangan juga kita selalu memandang sesuatu itu seolah-olah ada maksud tersembunyi. Jadi akhirnya setiap orang yang punya niat baik, yang punya perbuatan baik untuk bangsa ini akhirnya jadi takut berbuat gara-gara dicap untuk kepentingan politik jangka panjang," ujar Utje.
"Padahal kan enggak ada yang bersuara, lantas mereka yang para sontoloyo itu kan cuma bermain di medsos, cuma berstatement di media, itu yang dapat untung, turun ke bawah pun enggak mau, enggak mau berkeringat, enggak mau berlumpur," jelasnya.
Baca Juga: Bara JP Soal Jokowi Returns: Cara Bantu Pemerintahan Prabowo Perkuat Ketahanan Ekonomi Bangsa
Menurut dia, aktivitas Jokowi bertemu masyarakat tidak bisa langsung dianggap sebagai kepentingan elektoral. Sebaliknya, langkah ini dapat menjadi dorongan masyarakat agar memiliki ketahanan ekonomi yang lebih kuat.
Utje juga menekankan bahwa Jokowi masih memiliki jejaring luas termasuk di luar negeri. Hal ini dinilai dapat membantu pemasaran komoditas masyarakat. Karenanya, dia mempertanyakan jika upaya tersebut justru dipersoalkan.
"Kalau Pak Jokowi punya energi untuk mendorong masyarakat untuk memperkuat ketahanan ekonominya, apa yang salah? Tidak harus juga lapor ke Presiden, tetapi yang penting masyarakat merasakan efek positifnya," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Ijazah Gibran Dipersoalkan, Politisi PSI Singgung Riwayat Pendidikan BJ Habibie
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi









