Isu Ijazah Tak Akan Goyang Antusiasme Publik Sambut Jokowi Returns

AKURAT.CO Penanggung Jawab RJ2 (Rumah Juang Relawan Jokowi) untuk Prabowo-Gibran, Utje Gustaaf Patty, menilai, masyarakat tidak terlalu mempedulikan polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi yang kembali ramai diperbincangkan.
Menurut Utje, isu tersebut tidak akan menjadi perhatian utama masyarakat ketika Jokowi kembali turun langsung ke lapangan dalam agenda “Jokowi Returns” yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026.
“Saya yakin masyarakat di bawah itu tidak percaya Pak Jokowi punya ijazah tidak asli. Bahkan mungkin mereka tidak peduli Bapak itu punya ijazah atau tidak. Masyarakat bawah tidak akan bertanya soal itu,” kata Utje saat dihubungi, Jumat (22/5/2026).
Ia menegaskan, dalam agenda tersebut Jokowi akan lebih fokus pada upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat dibanding merespons isu-isu politik.
Menurutnya, kekuatan utama Jokowi selama ini terletak pada kedekatan dan interaksi langsung dengan masyarakat.
“Pak Jokowi masih punya energi. Kekuatan Pak Jokowi itu adalah interaksi langsung dengan masyarakat,” ujarnya.
Utje menilai tidak seluruh persoalan masyarakat dapat diselesaikan pemerintah semata.
Baca Juga: Revitalisasi Sekolah Terdampak Bencana Harus Disertai Sistem Siaga Darurat
Karena itu, seluruh elemen bangsa dinilai perlu ikut terlibat membantu memperkuat ketahanan ekonomi warga.
“Tidak semua bisa dikerjakan oleh pemerintah. Kita semua sebagai anak bangsa punya kewajiban membantu. Ini peran yang diambil oleh Pak Jokowi, bagaimana mendorong potensi ekonomi di daerah bisa ditingkatkan,” jelasnya.
Dalam agenda “Jokowi Returns”, sejumlah daerah disebut akan menjadi fokus pengembangan komoditas unggulan masyarakat.
Tegal diproyeksikan untuk pengembangan jagung, Kabupaten Karo untuk jeruk, Temanggung untuk kopi, dan Kendal untuk alpukat.
Utje meyakini Jokowi masih dapat membantu menggerakkan potensi ekonomi masyarakat di berbagai daerah melalui pendekatan langsung kepada warga.
“Ini peran yang diambil oleh Pak Jokowi, bagaimana mendorong potensi-potensi yang ada di masyarakat untuk minimal memperkuat diri mereka sendiri, berbicara soal ketahanan ekonomi,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Ijazah Gibran Dipersoalkan, Politisi PSI Singgung Riwayat Pendidikan BJ Habibie
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi










