Akurat

Nasdem Belum Mau Bahas Pilpres 2029, Fokus Sukseskan Program Pemerintahan Prabowo-Gibran

Putri Dinda Permata Sari | 10 Februari 2026, 14:09 WIB
Nasdem Belum Mau Bahas Pilpres 2029, Fokus Sukseskan Program Pemerintahan Prabowo-Gibran

AKURAT.CO Partai NasDem menilai pembahasan mengenai pasangan Presiden Prabowo Subianto untuk periode berikutnya, termasuk kemungkinan kembali berpasangan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, masih terlalu dini untuk dibicarakan.

"Ah nanti. Masih dini (untuk dibahas)," kata Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Dia menyampaikan, saat ini NasDem belum masuk pada pembahasan soal konfigurasi pasangan calon presiden dan wakil presiden ke depan. Partainya memilih fokus mendukung penuh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, agar agenda-agenda prioritas dapat berjalan optimal hingga akhir masa jabatan.

Baca Juga: Antonio Jose Seguro Menang Telak di Pilpres Portugal

"NasDem akan membicarakan hal-hal seperti itu di internal. Sekarang NasDem fokus karena NasDem bagian dari koalisi pemerintahan Pak Prabowo," tuturnya.

Wakil Ketua DPR ini menegaskan, NasDem memiliki kepentingan politik untuk memastikan pemerintahan Prabowo berjalan sukses dan berhasil merealisasikan seluruh kebijakan prioritas yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Kamala Harris Aktifkan Kembali Akun Media Sosial, Picu Spekulasi Maju Pilpres 2028

"NasDem tentu punya tanggung jawab agar periode Pak Prabowo ini bisa berjalan dengan sukses, berhasil, dan semua agenda-agenda prioritas Pak Prabowo bisa terrealisasi dengan baik," ujarnya.

Menurutnya, sikap NasDem saat ini jelas berada dalam posisi mendukung pemerintahan Prabowo Subianto sampai akhir masa jabatan, tanpa terlebih dahulu mengaitkannya dengan wacana politik elektoral berikutnya.

"NasDem ada dalam posisi mendukung sepenuhnya pemerintahan Pak Prabowo sampai nanti di akhir masa periodenya. Soal yang lain nanti kita ikuti," pungkas Saan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.