PKS Hormati Wacana Prabowo Dua Periode, Sikap Politik Tunggu Majelis Syuro

AKURAT.CO Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menghormati sikap sejumlah partai politik yang telah lebih dulu menyuarakan dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk maju dua periode pada Pilpres 2029, termasuk wacana yang tidak langsung memaketkan calon wakil presiden.
Sekretaris Jenderal PKS, Muhammad Kholid, mengatakan setiap partai politik memiliki mekanisme internal masing-masing dalam menentukan arah politiknya. PKS juga memiliki proses tersendiri yang harus ditempuh sebelum mengambil keputusan strategis.
"Kami menghormati setiap partai yang sudah memberikan pernyataan sikap. Setiap partai punya mekanisme internal organisasi masing-masing, dan kami juga punya proses syuro sendiri," ujar Kholid kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Baca Juga: Kepuasan Publik Nyaris 80 Persen, NasDem: Wacana Prabowo Dua Periode Masuk Akal
Dia menegaskan, hingga saat ini PKS belum melakukan pembahasan terkait Pilpres 2029, termasuk soal pasangan calon presiden dan wakil presiden. Seluruh keputusan politik strategis akan ditentukan melalui Musyawarah Majelis Syuro.
"Di PKS sampai detik ini belum ada pembahasan terkait Pilpres 2029. Kami akan melakukan syuro melalui mekanisme Musyawarah Majelis Syuro," katanya.
Baca Juga: Wacana Prabowo Dua Periode Wajar dan Realistis
Menanggapi tingginya tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo yang mendekati 80 persen, dia mengaku PKS sebagai bagian dari koalisi pemerintah tentu menyambut positif capaian tersebut. Namun dia menegaskan komitmen PKS tidak bergantung semata pada angka survei.
"Baik ada approval rating atau tidak, kami berkomitmen bersama-sama menyukseskan program-program pemerintah Pak Prabowo," ujarnya.
PKS menilai, pembahasan Pilpres 2029 masih terlalu dini. Kholid menegaskan fokus utama partainya saat ini adalah memastikan pemerintahan Prabowo berjalan efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









