Hendri Satrio: Beda Persepsi Publik terhadap Teddy dan Purbaya

AKURAT.CO Analis komunikasi politik, Hendri Satrio, menilai, terdapat perbedaan persepsi publik, khususnya netizen, terhadap Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut Hendri—yang akrab disapa Hensat—keduanya merupakan figur penting dalam Kabinet Presiden Prabowo Subianto, dengan peran strategis dan rekam jejak yang dikenal luas oleh masyarakat. Namun, dinamika penilaian publik terhadap keduanya kini terlihat berbeda.
Hensat mengamati, netizen cenderung memberikan apresiasi lebih besar kepada Teddy Indra Wijaya.
Hal itu terlihat dari respons positif publik terhadap unggahan video Teddy yang menunjukkan dirinya masih bekerja hingga larut malam.
“Di video tersebut terlihat pukul 23.45 beliau masih berada di kantor, dan banyak netizen memberikan acungan jempol. Bekerja sesuai jam kerja memang kewajiban, tapi tetap aktif di luar jam tersebut menunjukkan dedikasi ekstra,” ujar Hensat, Senin (2/2/2026).
Menurutnya, gestur sederhana semacam itu patut diapresiasi karena mencerminkan bentuk pertanggungjawaban pejabat publik kepada masyarakat.
Hensat berharap sikap tersebut dapat menjadi contoh bagi menteri dan jajaran kabinet lainnya.
“Keuntungan memiliki Sekretaris Kabinet yang masih muda adalah energinya yang tinggi. Ia terlihat mampu bekerja melampaui jam wajib. Semoga hal ini bisa diikuti oleh menteri-menteri atau jajaran kabinet Pak Prabowo lainnya,” katanya.
Sementara itu, berbeda dengan Teddy, Hensat menilai Purbaya Yudhi Sadewa saat ini justru berada dalam sorotan tajam netizen, terutama terkait pernyataannya mengenai kondisi dan prospek ekonomi nasional.
Hensat mengingatkan bahwa saat awal menjabat, Purbaya sempat mendapat label sebagai “juru selamat” ekonomi Indonesia.
Namun, seiring waktu, sebagian publik mulai meragukan janji-janji percepatan pertumbuhan ekonomi yang disampaikan.
“Ada beberapa teguran dari publik. Banyak yang merasa apa yang disampaikan belum terealisasi. Dulu sempat muncul kesan kalau mendengar Pak Purbaya bicara, ekonomi kita akan langsung melonjak, tapi faktanya kondisi keuangan masyarakat belum banyak berubah,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pernyataan Purbaya terkait target pertumbuhan ekonomi hingga 6 persen yang kembali menuai keraguan.
“Sekarang Pak Purbaya bilang ekonomi akan digenjot ke 6 persen. Silakan saja, tapi faktanya mulai dari netizen hingga para ahli ekonomi, banyak yang meragukan pernyataan tersebut,” lanjut Hensat.
Lebih jauh, Hensat mengingatkan, gaya komunikasi Purbaya yang cenderung aktif dan terbuka di ruang publik berpotensi menimbulkan persepsi negatif, bahkan dapat berdampak pada stabilitas ekonomi.
“Seorang menteri keuangan harus sangat berhati-hati dalam berbicara. Pernyataan soal ekonomi sangat mungkin mempengaruhi pasar. Terlalu sering berbicara justru bisa dianggap tidak bijak,” pungkasnya.
Baca Juga: Isu Politik Dinilai Tak Relevan dalam Pengangkatan Deputi Gubernur BI
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








