Akurat

Anies Masih Sekadar Pembanding di Tengah Dominasi Prabowo

Atikah Umiyani | 20 Januari 2026, 23:21 WIB
Anies Masih Sekadar Pembanding di Tengah Dominasi Prabowo

AKURAT.CO Hadirnya Partai Gerakan Rakyat dinilai belum secara signifikan menambah kekuatan politik bagi mantan calon presiden Anies Baswedan.

Keberadaan partai tersebut lebih menempatkan Anies sebagai figur pembanding terhadap kekuasaan saat ini.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, menilai bahwa kekuatan politik Anies belum mampu menandingi Presiden Prabowo Subianto, yang dinilai masih berhasil menarik perhatian publik melalui berbagai kebijakan populis.

“Harus dipahami bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap partai politik masih rendah, sementara kebijakan populis Presiden Prabowo masih cukup menarik. Karena itu, kehadiran Anies saat ini lebih sebagai pembanding dan belum memiliki kekuatan politik yang setara,” ujar Dedi saat dihubungi, Selasa (20/1/2026).

Meski demikian, Dedi menilai, Anies tetap berpotensi menjadi alternatif pilihan politik bagi masyarakat, terutama jika muncul kekecewaan terhadap kinerja pemerintah.

Baca Juga: Berdirinya Partai Gerakan Rakyat Tak Menjamin Anies Maju Pilpres 2029

“Kebijakan dan corak politik Presiden Prabowo, Gibran, maupun Jokowi masih cukup dominan. Namun, jika muncul momentum kekecewaan publik, bukan tidak mungkin penyaluran aspirasi itu mengarah kepada Anies,” katanya.

Dari sisi kekuatan partai politik, Dedi memprediksi Partai Gerakan Rakyat akan menghadapi tantangan serupa dengan partai-partai lain, terutama dalam upaya menembus parlemen.

Ia menilai persaingan akan semakin ketat menjelang Pemilu 2029, seiring potensi munculnya partai-partai baru.

“Sebagian besar partai parlemen saat ini bertahan karena basis pemilih yang sudah mapan. Tidak ada partai yang mampu meraih pemilih baru secara signifikan. Di sisi lain, menjelang 2029 masih terbuka peluang munculnya partai-partai baru,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.