Akurat

Kebebasan Berekspresi Jadi Salah Satu Bahasan Rakernas PDIP

Paskalis Rubedanto | 10 Januari 2026, 14:24 WIB
Kebebasan Berekspresi Jadi Salah Satu Bahasan Rakernas PDIP
 
AKURAT.CO Rakernas PDIP 2026 menjadi momentum konsolidasi menyeluruh setelah sebagian besar konferensi daerah dan cabang rampung dilaksanakan.

Hal disampaikan Ketua DPP PDIP, Ganjar Pranowo, sebelum menghadiri kegiatan HUT ke-53 dan Rakernas PDIP di Beach City Ancol, Jakarta, Sabtu (10/1/2026).

"Ini rakernas pertama, kita konsolidasikan partai setelah sebagian besar konferda dan konfercab sudah selesai. Masih banyak agenda yang mesti kita lakukan. Maka tiga pilar diundang hari ini agar masing-masing bisa menjalankan fungsinya," jelasnya.

Menurut Ganjar, PDIP juga memiliki tanggung jawab untuk merespons berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat.

Dalam beberapa hari ke depan, PDIP akan membahas isu nasional maupun lokal yang menjadi perhatian seluruh jajaran partai.

Salah satu isu utama yang disorot adalah penguatan kembali nilai-nilai demokrasi.

Baca Juga: Pertegas Komitmen Moral, PDIP Janji Pecat Kader yang Terlibat Korupsi

Ganjar mengungkapkan adanya keluhan masyarakat terkait menurunnya kebebasan berekspresi dan kebebasan pers.

"Banyak orang mengeluhkan, ‘kok saya tidak merasa bebas lagi berbicara’, media juga tidak bisa lagi bebas. Rasanya itu perlu kita perjuangkan. Jangan sampai nilai demokrasi kita turun, mestinya kualitas demokrasi makin naik,” ujarnya.

Selain itu, PDIP juga akan membahas wacana mekanisme pemilihan kepala daerah. Apakah tetap dipilih langsung oleh rakyat atau melalui DPRD. 

Menurut Ganjar, isu tersebut akan didiskusikan secara mendalam bersama agenda-agenda strategis lainnya. Termasuk isu-isu internasional.

Ganjar menilai perubahan geopolitik global menuntut nilai-nilai perjuangan untuk diwujudkan dalam kebijakan publik yang konkret. Ia menegaskan Indonesia tidak boleh bersikap pasif dalam menghadapi dinamika global.

"Kalau kita melihat geopolitiknya sekarang berubah, maka nilai-nilai kejuangan kita dituntut betul untuk dibuktikan. Politik luar negeri kita tidak boleh diam, karena ini akan berpengaruh kepada kita semua," jelasnya.

Ia mencontohkan langkah sejumlah negara Eropa, seperti Belanda, yang mengimbau warganya untuk bersiap menghadapi kondisi darurat. Menurutnya, hal tersebut menjadi peringatan bahwa negara harus menyiapkan diri di tengah situasi global yang tidak menentu.

Selain isu politik dan geopolitik, Ganjar juga menyoroti persoalan lingkungan hidup yang berkaitan langsung dengan bencana alam. Ia menyebut ketua umum PDIP telah berulang kali menginstruksikan tiga pilar partai untuk mengawasi tata ruang dan kondisi lingkungan di daerah.

Baca Juga: PDIP: Konten Mens Rea Pandji Sah sebagai Kritik dalam Negara Demokrasi

"Apakah di struktural, eksekutif, maupun legislatif, harus mengontrol wilayahnya. Tata ruangnya, lingkungannya. Kalau sudah terlanjur, apa yang harus dilakukan, kalau belum bagaimana mencegahnya," pungkasnya.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.