Prasetyo Bantah Pergantian Sekjen Gerindra Karena Alasan Politis: Ini Murni Regenerasi

AKURAT.CO Partai Gerindra menepis anggapan tentang pergantian posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra dari Ahmad Muzani kepada Sugiono dilatarbelakangi motif politik, termasuk spekulasi soal menjaga relasi dengan lembaga-lembaga tinggi negara.
"Enggak lah, itu kan asumsinya orang. Kalau dalam hal pengambilan keputusan tidak seperti itu," kata Ketua DPP Partai Gerindra, Prasetyo Hadi, saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/8/2025).
Menurut Prasetyo, keputusan tersebut murni bagian dari proses regenerasi di internal partai. Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, memandang sudah saatnya estafet kepemimpinan di posisi strategis partai dilanjutkan kader berikutnya.
Baca Juga: Gerindra Apresiasi Instruksi Megawati untuk Dukung Pemerintahan Prabowo
"Kami merasa bahwa Ketua Dewan Pembina, Ketua Umum, sudah waktunya ada regenerasi," ujar Prasetyo yang juga Menteri Sekretaris Negara.
Dia juga memberikan apresiasi tinggi kepada Ahmad Muzani yang telah menjabat sebagai Sekjen Gerindra sejak partai itu berdiri, dan memainkan peran sentral dalam berbagai fase perjuangan partai hingga kemenangan Prabowo di Pilpres 2024.
"Kami tentu menyampaikan terima kasih, penghormatan sebesar-besarnya kepada Bapak Ahmad Muzani yang telah menjadi Sekjen Partai Gerindra selama 17 tahun. Dengan segala dinamika, naik turun, di ujung prestasi terbesar sebagai sekjen adalah mengantar Bapak Prabowo Subianto terpilih menjadi presiden," urainya.
Baca Juga: Sugiono Gantikan Muzani sebagai Sekjen, Pengamat: Langkah Tepat Regenerasi Gerindra Menuju 2029
Terkait rangkap jabatan Sugiono sebagai Menteri Luar Negeri dan Sekjen Gerindra, Prasetyo menilai hal itu bukan hal baru di tubuh partai politik.
Menurutnya, sistem kepartaian Gerindra sudah mapan dan berjalan kolektif, sehingga memungkinkan fungsi Sekjen tetap berjalan optimal.
"Untuk sementara waktu masih menjalankan dua tugas. Dan saya rasa juga tidak ada masalah. Karena selama ini, di partai pun beliau-beliau yang diberi amanah juga memegang jabatan di institusi yang lain," jelasnya.
"Partai itu kolektif kolegial. Jadi beliau tidak bekerja sendiri," tandas Prasetyo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









