Akurat

Pentingnya Pembinaan Moral sebagai Fondasi Perlindungan Perempuan dan Anak

Siti Nur Azzura | 11 Juli 2025, 16:26 WIB
Pentingnya Pembinaan Moral sebagai Fondasi Perlindungan Perempuan dan Anak

AKURAT.CO Menteri Agama, Nasaruddin Umar, turut mendukung langkah dalam perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan seksual. Mengingat, kasus kekerasan seksual ini masih menjamur di Indonesia.

Dia menyoroti, pentingnya pembinaan moral sebagai fondasi perlindungan perempuan dan anak. Dia juga mendorong agar rumah ibadah, menjadi ruang aman yang inklusif bagi anak-anak dan remaja.

"Kekerasan adalah gejala rapuhnya nilai. Pendidikan agama di madrasah dan rumah ibadah harus memperkuat nilai kasih sayang dan penghormatan terhadap perbedaan," ujar Nasaruddin, Jumat (11/7/2025).

Baca Juga: Ada 14.133 Kasus Kekerasan per Awal Juli 2025, Paling Banyak Dialami Perempuan

Sementara itu, Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Riza Patria, menegaskan bahwa desa merupakan garda terdepan dalam pencegahan kekerasan. 

"Kami telah mendorong penguatan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA), termasuk pembentukan Satgas Perlindungan di tingkat desa serta alokasi Dana Desa untuk mendukung upaya ini," pungkas Riza.

Sebelumnya, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mencatat kasus kekerasan di Indonesia hingga 7 Juli 2025 mencapai 14.133 kasus, mayoritas terjadi di rumah tangga. Di mana, korban perempuan mencapai 12.161 orang dan korban laki-laki mencapai 2.913 orang.

Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) menunjukkan, satu dari lima perempuan pernah mengalami kekerasan. Sementara Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) mencatat, satu dari dua anak Indonesia menjadi korban.

Baca Juga: Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak, Pemerintah Segera Revisi Inpres Kejahatan Seksual

Menteri PPPA, Arifah Fauzi, menegaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat dan sistemik.

Dari analisa yang dilakukan, kasus-kasus kekerasan pada perempuan dan anak, disebabkan karena pola asuh dalam keluarga dan penggunaan gadget yang tidak bijaksana serta faktor keluarga.

"Karena dari beberapa kekerasan yang dialami atau dilakukan oleh anak-anak, hampir sebagian besar sumbernya penyebabnya dari pengaruh medsos atau gadget," kata Arifah, dikutip Jumat (11/7/2025).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.