Akurat

Pengamat: AHY Menko Andalan Prabowo, Bukan Sekadar Putra SBY

Atikah Umiyani | 13 Juni 2025, 18:01 WIB
Pengamat: AHY Menko Andalan Prabowo, Bukan Sekadar Putra SBY

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dinilai sebagai sosok potensial dalam peta politik nasional masa depan.

Pandangan ini disampaikan analis komunikasi politik Hendri Satrio atau Hensat, yang menyoroti kedekatan AHY dengan Presiden Prabowo Subianto.

Kedekatan itu semakin tampak saat Presiden Prabowo secara terbuka memberikan pujian kepada AHY dalam Konferensi Internasional Infrastruktur 2025 yang digelar di JCC Senayan, Jakarta.

“AHY ini MPP—Menko Pilihan Prabowo. Artinya, ada perhatian khusus dari Pak Prabowo kepada AHY,” ujar Hensat kepada wartawan di Jakarta, Jumat (13/6/2025).

Hensat menegaskan bahwa perhatian Prabowo terhadap AHY bukan semata karena hubungan baiknya dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), melainkan karena rekam jejak pribadi AHY yang menonjol.

“Terlepas dari faktor SBY, AHY itu punya latar belakang yang mentereng. Adhi Makayasa, prajurit TNI, lulusan Harvard. Jadi bukan hanya politis, tapi memang ada kualitas pribadi yang membuatnya menonjol,” jelas Hensat.

Baca Juga: Hariff Defense dan PT Dahana Resmikan Sinergi untuk Kemandirian Teknologi Pertahanan

Dengan usia yang relatif muda untuk posisi setingkat menteri koordinator, AHY dinilai mewakili representasi generasi baru dalam pemerintahan Prabowo.

“AHY itu salah satu dari sedikit anak muda di kabinet Pak Prabowo. Beliau memang memberi ruang dan perhatian serius kepada generasi muda. Kita bisa lihat juga ada nama-nama seperti Sudaryono, Sugiono, Prasetyo, Angga Raka, Teddy, dan lainnya,” tambahnya.

Hensat menilai intensitas kehadiran AHY dalam berbagai agenda resmi bersama Presiden Prabowo bukanlah hal kebetulan.

Menurutnya, ini bisa menjadi sinyal bahwa AHY tengah dipersiapkan untuk peran politik yang lebih besar.

“Kalau publik mulai berspekulasi AHY disiapkan untuk posisi strategis, itu wajar. Terutama jika melihat kedekatannya dengan Presiden. Dan kalau benar begitu, tentu dinamika politik di sekitar Gibran jadi makin menarik dan panas,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.