PPP: Jokowi Enggak Mau Masuk Partai Manapun, Apalagi Jadi Ketum

AKURAT.CO Kecil kemungkinannya mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi orang nomor satu di Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Demikian disampaikan Ketua Majelis Pertimbangan PPP, Romahurmuziy, merespons perbincangan publik mengenai nama Jokowi yang dijagokan jadi calon ketua umum partai Kabah.
Baca Juga: Jokowi Berpotensi Jadi Ketum PPP, Haji Isam Dinilai Jadi Kunci Alih Kuasa
"Kecil sekali kemungkinan Jokowi memimpin PPP," kata politisi yang akrab disapa Rommy itu, saat dihubungi Akurat.co, Jumat (30/5/2025).
Menurut Rommy, dirinya pernah bertemu Jokowi beberapa waktu lalu dan mendengar langsung pernyataan Jokowi yang enggan berlabuh ke partai manapun.
Baca Juga: Jokowi Akui Punya Nama Asli Mulyono, Diganti karena Sakit-sakitan
"Karena Pak Jokowi pernah sampaikan saya beberapa waktu lalu, beliau tidak mau masuk partai manapun, apalagi memimpin partai," ujarnya.
Adapun, nama Jokowi dan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, disebut-sebut menjadi kandidat kuat calon ketum PPP.
Baca Juga: Polemik Ijazah Jokowi Selesai, Tak Perlu Diungkit Lagi
Ketua Mahkamah Partai PPP, Ade Irfan Pulungan, mengatakan, usulan itu muncul karena Jokowi dinilai layak untuk memimpin dan dapat membawa PPP kembali memperoleh kursi DPR pada Pemilu 2029 mendatang.
"Insya Allah kalau PPP dipimpin oleh Pak Jokowi, insya Allah PPP kembali ke Senayan. Mudah-mudahan bisa menjadi lima besar sehingga mendapat pimpinan di DPR," ujarnya.
Baca Juga: Jokowi Akan Perlihatkan Ijazahnya Saat Diminta oleh Hakim
Menurut Irfan, mengingat PPP gagal lolos ke Senayan pada Pemilu 2024 lalu, Jokowi sangat layak menjadi pemimpin untuk menyelamatkan suara partai.
"Tentu sosok-sosok yang seperti itu saya pikir cukup kapabel jika PPP itu dipimpin oleh orang yang sudah memiliki pengalaman politik yang cukup panjang, ya. Dan cukup lama pengalaman dari pemerintahannya untuk bisa memimpin sebuah partai," jelasnya.
Baca Juga: Jokowi Masuk Bursa Ketum PSI, Golkar: Kami Tetap Terbuka
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November








