Jokowi Berpotensi Jadi Ketum PPP, Haji Isam Dinilai Jadi Kunci Alih Kuasa

AKURAT.CO Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), disebut-sebut berpeluang besar menjadi Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Pengamat politik Ray Rangkuti menilai, peluang ini terbuka lebar jika benar pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam bergabung ke partai berlambang Kabah tersebut.
"Kalau benar Haji Isam masuk ke PPP, maka alih kuasa di partai itu sudah selesai. Tinggal menunggu formalitas pergantian kepemimpinan. Dan posisi ketua umum tentu jadi incaran utama," kata Ray kepada wartawan, Kamis (29/5/2024).
Menurut Ray, jika keterlibatan Haji Isam benar adanya, maka hanya ada dua nama kuat calon ketum PPP: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Joko Widodo.
“Jika benar terkait Haji Isam, maka kemungkinan hanya dua nama: Amran Sulaiman dan Jokowi. Keduanya punya potensi kuat jadi ketum PPP berikutnya,” ujarnya.
Baca Juga: HPE Konsentrat Tembaga Naik Tipis, Pemerintah Jaga Stabilitas Ekspor
Namun, nama Jokowi dinilai jauh lebih unggul. Ray menyebut mantan wali kota Solo itu membutuhkan kendaraan politik yang lebih mapan daripada Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk melanjutkan pengaruh politiknya pasca-presidensi.
"PSI masih terlalu kecil dan belum mengakar. Jokowi butuh partai yang lebih besar dan berpengalaman. PPP memenuhi syarat itu. Apalagi jika ada dorongan dari Haji Isam, kans Jokowi jadi ketum terbuka lebar," jelasnya.
PPP dinilai bisa menjadi basis politik baru bagi Jokowi sekaligus kendaraan politik bagi putra-putranya, seperti Gibran Rakabuming atau Bobby Nasution.
Ray bahkan menyebut skenario gabungan PPP–PSI di Pemilu 2029 sebagai kekuatan politik yang patut diperhitungkan.
Meski demikian, nama Amran Sulaiman tetap masuk bursa. Namun, Ray menyebut peluangnya lebih kecil dibanding Jokowi.
“Amran butuh restu Prabowo karena saat ini menjabat menteri. Selain itu, secara elektoral, figurnya tidak terlalu kuat. PPP butuh sosok dengan daya tarik besar dan waktu penuh, dan itu bisa dipenuhi oleh Jokowi,” tambah Ray.
Menurutnya, mendorong Jokowi sebagai Ketua Umum PPP adalah langkah rasional dan strategis, baik bagi partai maupun bagi Haji Isam.
Baca Juga: Program Cek Kesehatan Gratis Bantu Deteksi Dini dan Penanggulangan TBC
“Menjadikan Jokowi caketum PPP jauh lebih realistis dan menguntungkan bagi semua pihak,” tegasnya.
Lantas, apakah Jokowi akan menerima tawaran tersebut?
"Jawabannya, sangat mungkin. Kemungkinan itu ada di kisaran 60 persen," pungkas Ray.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 4ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 7Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 8Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag









