Mayoritas Suara Internal PDIP Masih Ingin Megawati Jadi Ketua Umum

AKURAT.CO Wakil Sekretaris Jenderal PDIP, Utut Adianto, mengatakan mayoritas suara dari internal partai masih menginginkan Megawati Soekarnoputri untuk kembali memimpin PDI Perjuangan (PDIP).
Menurutnya, arah dukungan dari kader hingga pengurus daerah saat ini masih solid menghendaki Megawati sebagai Ketua Umum untuk periode berikutnya.
"Kalau sekarang kan, teman-teman baik dari DPD maupun kader, tonenya masih kepingin Ibu lagi," ujar Utut kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/5/2025).
Baca Juga: Megawati Pererat Hubungan dengan Prabowo, Ingin Kongres PDIP Berjalan Tanpa Intervensi
Namun demikian, Ketua Komisi I DPR ini menegaskan, keputusan akhir tetap berada di tangan Megawati sendiri. "Ya tergantung Ibu. Kalau Ibu masih berkenan, kan masih beliau. Tapi semuanya tergantung Ibu," katanya.
Saat ditanya apakah arah dukungan yang kuat kepada Megawati ini menutup ruang regenerasi di tubuh partai, Utut menjawab dengan menekankan karakter demokrasi PDIP yang disebutnya sebagai demokrasi terpimpin.
"Loh kok PDI semua tergantung Ibu? Kan begitu pertanyaan kamu berikutnya. Apa orang lain ini enggak punya pikiran? Orang lain punya pikiran, tapi di PDI itu demokrasinya terpimpin. Demokrasi terpimpin dulu Bung Karno ngomong, sekarang dipimpin oleh Ibu. Ibu merepresentasikan kita ide. Jadi demokrasi terpimpin," bebernya.
Mengenai kandidat Sekjen pengganti Hasto Kristiyanto, dia menjelaskan pemilihan ketua umum tidak dilakukan secara terbuka atau voting. Jika Megawati kembali dipercaya, maka dia akan menjadi formatur tunggal yang menyusun struktur kepengurusan partai.
Baca Juga: Kongres PDIP Diprediksi Putuskan Dukung Pemerintah Meski Tak Gabung Koalisi
"Kalau di PDI itu enggak ada pemilihan. Misalnya Ibu aklamasi ketua umum, nanti Ibu yang menyusun kabinetnya. Ibu formatur tunggal," jelasnya.
Utut juga menanggapi pertanyaan seputar waktu pelaksanaan kongres. Dia memperkirakan, kongres tidak akan digelar dalam waktu dekat, meski sempat diprediksi akan dilakukan pada bulan Juni.
"Kalau Juni, dugaan saya belum. Dugaan itu kan ada asumsi, ada penglihatan lapangan," ujar dia.
Meski enggan membocorkan pertimbangannya secara rinci, dia menyebut bahwa keputusan final soal waktu kongres berada di tangan Megawati dan lingkaran inti partai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









