Akurat

Gugatan Pilkada Tanpa Dasar Bisa Ancam Stabilitas Nasional

Citra Puspitaningrum | 9 Desember 2024, 15:14 WIB
Gugatan Pilkada Tanpa Dasar Bisa Ancam Stabilitas Nasional

AKURAT.CO Ketua Himpunan Masyarakat Nusantara sekaligus relawan pendukung Presiden Prabowo Subianto, Sugiyanto (SGY)-Emik mengungkapkan, kekhawatirannya terkait dampak gugatan Pilkada tanpa dasar yang kuat.

Menurutnya, meskipun undang-undang memberikan ruang untuk adanya sengketa dalam Pilkada, pengajuan gugatan yang tidak memiliki landasan jelas dapat menciptakan efek domino yang membahayakan stabilitas nasional.

"Sengketa Pilkada Jakarta menjadi krusial karena terkait dengan status ibu kota, yang berpotensi memicu efek berantai panjang atau butterfly effect. Sebagai barometer politik nasional, Pilkada Jakarta memiliki dampak besar terhadap stabilitas politik di seluruh Indonesia," ujar SGY kepada Akurat.co, Senin (9/12/2024).

Baca Juga: Kata Cak Lontong Soal Walkout Tim RK-Suswono dan Dharma Pongrekun-Kun Wardana di Rekapitulasi Pilkada Jakarta

Dia juga menyoroti beban yang akan ditanggung oleh Mahkamah Konstitusi (MK) apabila terjadi gelombang gugatan serupa di berbagai daerah. "Gugatan tanpa alasan valid hanya akan memperlambat proses pelantikan kepala daerah baru, menghambat jalannya pemerintahan, dan menurunkan efisiensi sistem demokrasi kita," tegasnya.

Menururtnya, situasi seperti ini tidak hanya merugikan stabilitas politik, tetapi juga dapat melemahkan kepercayaan publik terhadap legitimasi demokrasi di Indonesia. Apalagi, citra Indonesia sebagai negara demokratis yang matang bisa tercoreng jika proses demokrasi terganggu oleh sengketa yang tidak berdasar.

Sebaliknya, dia mendorong agar pasangan calon Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) menerima hasil Pilkada dengan jiwa besar.

"Menerima hasil, baik menang maupun kalah, akan memperkuat stabilitas politik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi. Ini juga dapat menciptakan landasan kokoh bagi keberlanjutan sistem pemerintahan yang lebih baik ke depannya," ungkapnya.

Dia berharap, semua pihak dapat mengedepankan kedewasaan politik dan menghormati mekanisme demokrasi yang telah berjalan. Dengan demikian, Pilkada Jakarta dapat menjadi contoh positif bagi seluruh daerah di Indonesia. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.