Ahmad Luthfi: Kebijakan Publik Harus Sentuh Dimensi Kemanusiaan

AKURAT.CO Calon Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menekankan, kebijakan publik yang baik tidak boleh hanya berpusat pada angka dan data semata. Menurutnya, kebijakan yang ideal harus mampu menyentuh dimensi kemanusiaan.
Hal ini disampaikan Luthfi dalam debat ketiga Pilgub Jawa Tengah 2024 yang berlangsung di Muladi Dome, Universitas Diponegoro, Semarang, Rabu (20/11/2024).
Debat kali ini mengusung tema pendidikan, kesehatan, dan perlindungan kelompok rentan, termasuk isu toleransi budaya.
Sesi tersebut menjadi salah satu momen penting bagi para kandidat untuk menunjukkan pemahaman mereka terhadap persoalan masyarakat sekaligus menawarkan solusi berbasis pendekatan humanis.
Baca Juga: Pilkada Serentak 27 November 2024 Libur atau Tidak? Ini Jawabannya
Mengutip filosofi Jawa ojo rumongso iso, tapi iso’o rumongso (jangan merasa mampu, tetapi jadilah mampu merasakan), Luthfi menegaskan pentingnya empati dalam memahami kebutuhan masyarakat.
“Stunting bukan sekadar angka. Perundungan siswa di sekolah, bukan sekadar angka. Kasus perempuan korban perdagangan manusia, juga bukan sekadar angka. Masyarakat rentan dan penyandang disabilitas bukan hanya statistik,” ujar Luthfi.
Luthfi menyoroti pentingnya kebersamaan dan kepedulian sosial sebagai landasan pembangunan di Jawa Tengah.
Ia menggambarkan masyarakat Jawa Tengah sebagai komunitas dengan rasa solidaritas yang tinggi.
“Masyarakat Jawa Tengah diajarkan untuk tidak makan jika ada tetangga yang belum makan. Itulah yang harus menjadi pijakan dalam memastikan kesejahteraan yang merata,” tegasnya.
Baca Juga: Usai Hadiri KTT G20, Prabowo Lanjut Bertolak ke London Penuhi Undangan Raja Charles III
Dengan tema kampanye Ngopeni lan Ngelakoni (memelihara dan melaksanakan), Luthfi menawarkan pendekatan kebijakan yang berorientasi pada pemerataan kesejahteraan, disertai ketulusan dan kesungguhan dalam mewujudkan perubahan.
“Malam ini, masyarakat tidak hanya kami suguhkan gagasan, tapi juga ketulusan. Tidak hanya diperlihatkan penampilan, tapi pemahaman. Tidak hanya adu kepintaran, tapi kesungguhan,” ungkapnya.
Luthfi menutup pernyataannya dengan seruan untuk membangun Jawa Tengah yang inklusif, peduli, dan berkeadilan.
Ia berharap masyarakat dapat memilih pemimpin yang tidak hanya memahami persoalan, tetapi juga memiliki hati untuk menyelesaikannya.
“Pembangunan harus berpijak pada empati. Karena sejatinya, kesejahteraan bukan sekadar hasil, tapi juga perjalanan bersama yang melibatkan semua pihak,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






