Akurat

Debat Pamungkas Pilgub Jatim: Penentu Arah Suara Pemilih

Tim Redaksi | 18 November 2024, 23:30 WIB
Debat Pamungkas Pilgub Jatim: Penentu Arah Suara Pemilih

AKURAT.CO Debat pamungkas Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) digelar malam ini dengan tema strategis, 'Akselerasi Pembangunan Infrastruktur, Interkoneksitas Kewilayahan, dan Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup untuk Mewujudkan Jawa Timur sebagai Episentrum Ekonomi Kawasan Timur Indonesia'.

Tiga pasangan calon (paslon) yang bertarung, yaitu Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak, Tri Rismaharini-Zahrul Azhar, dan Luluk-Likmanul Khakim, akan memanfaatkan momen ini untuk merebut hati pemilih.

Bagi masyarakat Jawa Timur, debat kandidat menjadi ajang krusial untuk menilai visi, misi, dan program nyata dari masing-masing paslon.

Analis politik, Adi Prayitno, menilai, debat terakhir ini berpotensi memengaruhi preferensi pemilih, terutama mereka yang belum menentukan pilihan.

“Dari pengalaman Pilgub di berbagai provinsi besar seperti Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, sekitar 20 hingga 25 persen pemilih cenderung mengubah pilihan mereka setelah menyaksikan debat kandidat,” ujar Adi dalam sebuah diskusi televisi, Senin (18/11/2024).

Baca Juga: Mendagri Minta Pemda Siap Hadapi Pilkada Serentak dan Libur Akhir Tahun

Ia menekankan pentingnya penyampaian program yang jelas, konkret, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Bahasa yang sederhana, menurut Adi, adalah kunci untuk menjangkau berbagai lapisan pemilih.

“Pemilih di Jawa Timur, khususnya kelas menengah perkotaan, sudah sangat kritis. Paslon harus mampu berbicara langsung ke jantung persoalan dengan bahasa yang mengena. Bicara program saja tidak cukup jika hanya berupa template,” tegasnya.

Adi juga menggarisbawahi pentingnya kampanye tatap muka di Jawa Timur. Meskipun waktu kampanye semakin terbatas, interaksi langsung dengan masyarakat dinilai lebih efektif dibanding sekadar pertemuan dengan tokoh atau elit tertentu.

“Bertemu langsung dengan masyarakat di lapangan masih menjadi strategi favorit dan relevan. Sementara itu, pertemuan dengan elit hanya efektif jika tokoh tersebut benar-benar aktif menggalang dukungan masyarakat,” tambah Adi.

Baca Juga: Program KJP Tetap Berjalan Meski Ada Sekolah Gratis

Debat pamungkas ini menjadi kesempatan terakhir bagi ketiga paslon untuk memperlihatkan kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan pembangunan Jawa Timur.

Keberhasilan mereka menjawab isu-isu penting seperti infrastruktur, konektivitas wilayah, dan lingkungan hidup dapat menjadi faktor penentu kemenangan pada Pilkada serentak 27 November 2024.

Bagi para pemilih, debat ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga momen penting untuk memastikan suara mereka jatuh kepada pemimpin yang benar-benar memahami kebutuhan dan masa depan Jawa Timur.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.