Akurat

Kader KIM Plus Ketemu Pramono, Ridwan Kamil Klaim Kader PDIP Juga Ada yang Membelot

Atikah Umiyani | 31 Oktober 2024, 13:27 WIB
Kader KIM Plus Ketemu Pramono, Ridwan Kamil Klaim Kader PDIP Juga Ada yang Membelot

AKURAT.CO Calon Gubernur Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil (RK), merespons terkait adanya pertemuan tujuh kader partai Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus dengan Calon Gubernur Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung.

Menurutnya, dinamika tersebut adalah hal yang biasa di dalam sebuah kontestasi. Dia juga mengklaim, ada kader PDI Perjuangan (PDIP) yang membelot untuk mendukung dirinya.

"Saya kira dinamika selalu ada dalam perhelatan perhelatan demokrasi hal begitu ada. Kalau boleh jujur hal sebaliknya juga sudah terjadi ke saya, dari beberapa kader PDIP, tetapi kan tidak perlu selalu disampaikan," kata RK kepada wartawan di Cakung, Jakarta Timur, Kamis (31/10/2024).

Baca Juga: Ridwan Kamil Akan Prioritaskan Pembangunan RSUD di Wilayah Cakung

RK juga mengaku tak mau memusingkan soal pertemuan tersebut. Terpenting baginya, yaitu meyakinkan pasangan Ridwan Kamil-Suswono mendapat dukungan dari masyarakat.

"Nah artinya dari sini ke sana, dari sana ke sini, sedang, sudah terjadi dinamika silakan saja, yang penting kita fokus pada meyakinkan warga," ucapnya.

"Karena yang paling utama dalam kampanye ini adalah bukan sokongan hal-hal seperti itu saja, tetapi menyapa warga mendengar masalah rakyat karena kan yang mencoblos nanti masyarakat," pungkasnya.

Sebelumnya, Pramono Anung melakukan pertemuan tertutup dengan tujuh politisi dari partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus. Pertemuan itu berlangsung di kediamannya, Jakarta, Kamis (31/10/2024).

Adapun, tujuh politisi partai politik anggota KIM Plus tersebut adalah H. Muhammad Ishaq (Partai PPP), H.M Nafiudin (Partai NasDem), Ahmad Faisal (Partai PSI), Firman Abdul Hakim (Partai PPP), Riko (Partai PAN), Ahmad Syukri (PKB), Redim Okto Fudin (Partai PKB). Kesemuanya adalah mantan calon legislatif DPRD Jakarta.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.