Akurat

59 Calon Menteri Tiba di Hambalang Ikut Pembekalan dari Prabowo, Ada Yusril hingga Budi Gunawan

Atikah Umiyani | 16 Oktober 2024, 10:35 WIB
59 Calon Menteri Tiba di Hambalang Ikut Pembekalan dari Prabowo, Ada Yusril hingga Budi Gunawan

AKURAT.CO Presiden terpilih periode 2024-2029, Prabowo Subianto, memberikan pembekalan kepada seluruh calon menteri di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Jawa Barat, Rabu (16/10/2024).

Komandan Detasemen Pengawalan Khusus Menteri Pertahanan, Letkol Inf. G. Borlak, mengatakan proses pembekalan ini akan berlangsung selama dua hari. Dia menyinggung, tamu-tamu yang datang ke Hambalang hari ini adalah para calon menteri.

"Hari ini, ada dua hari berlangsung acara pembekalan di Padepokan Garuda Yaksa Hambalang. Kami tugasnya hanya di sini adalah pengamanan," kata Borlak di lokasi.

Baca Juga: Prabowo Tuntaskan Pemanggilan Calon Menteri dan Wakil Menteri, Ini Daftar Lengkapnya!

"Ini sudah upayakan sehingga tamu-tamu bapak yang datang terutama para menteri dan pembekalan berjalan aman, lancar," sambungnya.

Berdasarkan data yang dia peroleh, ada 59 tamu Prabowo di Hambalang hari ini. Dia mengaku tidak tahu persis, apakah masih ada tamu yang belum datang atau tidak.

"Yang sesuai data 59 orang. Kami tidak tahu ada yang belum datang atau tidak, kami tidak tahu," ucapnya.

Borlak mengungkap, tamu yang datang pertama adalah mantan Ketua Umum Partai Bulan Bintang, Yusril Ihza Mahenda dan yang terakhir datang adalah mantan Kepala Badan Intelijen Negara, Budi Gunawan.

"Mulai dari jam 6 lewat sedikit, tamu pertama sekali yang datang pak Yusril sudah masuk, dan teman-teman yang lain masuk. Pak Budi Gunawan, terakhir," ungkapnya.

Sebagai informasi, proses pembekalan ini merupakan tindak lanjut dari proses pemanggilan kandidat menteri, wakil menteri, hingga kepala badan, yang dilakukan Prabowo selama dua hari kemarin.

Proses pemanggilan sendiri berlangsung di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan. Dalam proses pemanggilan itu, para kandidat juga diminta untuk menandatangani pakta integritas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.