Akurat

Dikritik LBH Belum Paham Masalah Jakarta, Pramono: Semakin Dikritik, Semakin Bagus

Paskalis Rubedanto | 8 Oktober 2024, 18:11 WIB
Dikritik LBH Belum Paham Masalah Jakarta, Pramono: Semakin Dikritik, Semakin Bagus

AKURAT.CO Calon gubernur Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung, menerima masukan dan kritik dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, yang mengatakan bahwa ketiga paslon belum ada yang memahami keseluruhan permasalahan Jakarta.

Dia mengatakan, memang sewajarnya seorang calon gubernur menerima segala bentuk kritikan. Menurutnya, semakin banyak kritikan, akan semakin bagus bagi pribadi seorang calon pemimpin.

"Oh ya enggak apa-apa. Jadi yang namanya calon gubernur, wakil gubernur itu memang harus dikritik setiap hari. Termasuk diri saya. Jadi semakin dikritik semakin bagus," kata Pramono di sela-sela blusukan, di Pademangan Barat, Jakarta Utara, Selasa (8/10/2024).

Baca Juga: Pramono Anung Janji Lanjutkan Pembangunan Museum Rasulullah di Ancol

Dia juga mengharapkan kritik-kritik dari institusi lain yang akan dijadikan sebagai masukan bagi dirinya dan Rano Karno.

"Saya malah mengharapkan suara-suara seperti LBH, jangan nanya LBH. Tetapi juga institusi lain yang paling penting adalah supaya membuka ruang yang lebih luas kepada masyarakat," ucapnya.

"Siapa pemimpin yang memang bisa menjawab apa yang menjadi pertanyaan dari lembaga-lembaga tersebut secara konkrit dan bisa diimplementasikan di lapangan," pungkasnya.

Sebelumnya, LBH Jakarta mengkritik pemaparan materi ketiga paslon yang disajikan dalam debat perdana Pilkada Jakarta 2024 beberapa waktu lalu. LBH menilai bahwa seluruh paslon tidak menawarkan solusi konkret yang berbasis masalah Jakarta.

Padahal, seharusnya menurut LBH, seluruh paslon mampu menawarkan solusi yang demokratis dan berbasis ilmu pengetahuan terkait dengan berbagai permasalahan yang masih menjerat Jakarta.

"Kami menarik kesimpulan bahwa seluruh pasangan calon tidak mengerti permasalahan empirik yang ada di Jakarta dan gagal menghadirkan perdebatan yang konstruktif sebagai sarana edukasi publik guna mencari solusi penyelesaian masalah Jakarta," bunyi kritik LBH dikutip dari bantuanhukum.or.id, Minggu (6/10/2024).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.