Akurat

Pilkada Jakarta Diprediksi Berjalan Sengit, Persaingan Program Jadi Penentu Kemenangan

Citra Puspitaningrum | 20 September 2024, 19:44 WIB
Pilkada Jakarta Diprediksi Berjalan Sengit, Persaingan Program Jadi Penentu Kemenangan

AKURAT.CO Peta persaingan Pilkada Jakarta 2024 sudah bergeser ke arah yang lebih positif.

Jika sebelumnya persaingan memperebutkan kursi nomor wahid di Jakarta berbicara seputar isu SARA, kini hal itu dengan sendirinya bergeser pada persaingan program kerja.

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, mengatakan, Pilkada Jakarta kembali menjadi barometer nasional dengan menghadirkan kontestasi yang menjual program-program bagi kemaslahatan warga.

"Pilkada Jakarta saat ini sengit, tapi sengitnya bukan karena isu SARA. Sengitnya karena persaingan program masing-masing pasangan calon yang berlaga di Pilkada Jakarta 2024," katanya saat dihubungi Akurat.co, Jumat (20/9/2024).

Ujang menilai, program-program yang ditawarkan kontestan juga harus dapat menyentuh para pemilih alias warga Jakarta.

Baca Juga: Tiga Balita Korban Kebakaran Pulogadung Karena Dikunci oleh Ibunya di Dalam Rumah

Jika program itu disukai maka dipastikan pasangan calon yang berlaga akan mendulang kemenangan.

"Program itu nantinya menjadi persaingan sengit karena apakah yang ditawarkan masing-masing pasangan calon dapat diterima atau tidak oleh warga Jakarta," ujarnya.

Lebih lanjut, Ujang memprediksi Pilkada Jakarta 2024 akan berlangsung dua putaran karena sengitnya persaingan antara calon.

Pasangan Pramono Anung-Rano Karno yang diusung PDIP dan Partai Hanura tidak akan tinggal diam melihat Ridwan Kamil-Suswono kian mendapat angin segar dukungan relawan Anies Baswedan.

Sementara, pasangan independen Dharma Pongrekun-Kun Wardana sebagai kuda hitam akan ikut mengambil hati warga Jakarta melalui kampanye yang berlangsung mulai 25 September.

"Penentuannya nanti itu ada pada saat masa kampanye. Ketika masing-masing pasangan calon dapat menghadirkan program prorakyat, bukan tidak mungkin Pilkada Jakarta bisa jadi dua putaran," jelas Ujang yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR).

Baca Juga: Jarang Diketahui, Ternyata 10 Aksesoris Ini Wajib Dimiliki Setiap Wanita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.