Prabowo dan Megawati Dinilai Pancasilais, Pertemuan Diprediksi Tanpa Hambatan

AKURAT.CO Presiden terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto, dan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, diprediksi tidak akan menghadapi hambatan berarti dalam rencana pertemuan mereka.
Pengamat politik dan konsultan komunikasi, Emrus Sihombing, menilai, kedua tokoh tersebut memiliki nilai-nilai Pancasila yang kuat sehingga pertemuan di antara mereka sangat mungkin terwujud.
"Saya kira pertemuan ini bisa segera terwujud karena tidak ada hambatan psikologis, sosiologis, atau politik antara Prabowo dan Megawati," ujar Emrus kepada wartawan, Minggu (15/9/2024).
Menurut Emrus, Prabowo dan Megawati adalah tokoh inklusif yang telah lama berteman. Keduanya bahkan pernah berpasangan sebagai calon presiden dan wakil presiden dalam Pilpres 2004.
Baca Juga: Anggap Munaslub Ilegal, Arsjad Rasjid Tegaskan Hanya Ada Satu Kadin Sesuai UU dan AD/ART
“Dua sosok pemimpin bangsa ini adalah tokoh yang Pancasila-is, yang Bhineka Tunggal Ika. Mereka tokoh inklusif, berbeda dengan politisi eksklusif,” jelasnya.
Meski sempat bersaing di Pilpres 2024, Emrus yakin hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi hubungan mereka. Ia menegaskan, perbedaan pilihan politik adalah bagian wajar dari demokrasi.
"Saya tidak melihat ada gangguan prinsip dari sudut ideologis antara keduanya," tambah Emrus.
Sebelumnya, Partai Gerindra belum menentukan jadwal pasti untuk pertemuan antara Prabowo dan Megawati.
Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menyebut ada banyak spekulasi mengenai tanggal pertemuan tersebut, namun belum ada kepastian.
Baca Juga: Tonton Final Sepakbola Putri PON XXI, Erick Thohir: Talenta Mulai Tampak Merata
“Kami sendiri bingung. Orang luar sepertinya lebih tahu soal pertemuan ini, padahal tanggalnya belum ditentukan,” ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9/2024).
Dasco menambahkan, Prabowo saat ini sedang fokus menyusun kabinet untuk lima tahun ke depan, termasuk memprofilkan kandidat yang akan mengisi posisi menteri.
“Pak Prabowo masih konsentrasi menggodok nomenklatur kabinet dan melakukan profiling kandidat menteri,” tutup Dasco.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 8Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







