Jokowi Enggan Komentari Peluang Kaesang di Pilkada 2024 Usai Putusan MK

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi), enggan berkomentar terkait kemungkinan putra bungsunya, Kaesang Pangarep, gagal maju dalam Pilkada 2024 akibat putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menetapkan batas usia calon kepala daerah minimal 30 tahun.
Ketika ditanya oleh awak media mengenai hal ini, Jokowi hanya tertawa sebelum memberikan tanggapan singkat.
Ia meminta agar pertanyaan tersebut diajukan langsung kepada Kaesang, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Baca Juga: Dramatis, Gol Mohammed Rashid di Ujung Laga Menangkan Persebaya Surabaya Atas Barito Putera
“Tanyakan ke Ketua PSI ya,” kata Jokowi singkat, usai menghadiri acara Kongres ke-6 PAN di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, Jumat (23/8/2024).
Dalam putusan Nomor 60/PUU-XXII/2024, MK menetapkan bahwa partai atau gabungan partai politik peserta Pemilu dapat mengajukan calon kepala daerah meskipun tidak memiliki kursi di DPRD.
Namun, melalui putusan Nomor 70/PUU-XXII/2024, MK menetapkan syarat bahwa calon gubernur dan wakil gubernur harus berusia minimal 30 tahun saat penetapan calon.
Baca Juga: Polisi Pulangkan 112 dari 301 Demonstran yang Diamankan Saat Unjuk Rasa Kawal Putusan MK
Dengan demikian, Kaesang Pangarep diprediksi tidak memenuhi syarat untuk mencalonkan diri karena usianya belum genap 30 tahun pada penetapan calon di September 2024 nanti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








