Pengamat: PDIP Sebaiknya Tidak Mencalonkan Anies Baswedan di Pilkada DKI 2024

AKURAT.CO Pengamat politik, Muhammad Qodari, menyarankan, PDIP untuk tidak mencalonkan Anies Baswedan dalam Pilkada DKI Jakarta 2024, terutama setelah Mahkamah Konstitusi mengeluarkan putusan terkait ambang batas pencalonan kepala daerah oleh partai politik.
Menurut Qodari, Anies Baswedan tidak layak diusung oleh PDIP karena bukan kader partai berlambang banteng tersebut.
"Kalau saya sih berharap jangan Anies, Ahok saja, karena Ahok adalah kader PDI Perjuangan, sementara Anies Baswedan bukan," ujar Qodari dikutip Kamis (22/8/2024).
Baca Juga: LAN Dorong Digitalisasi untuk Penguatan Kompetensi Analis Kebijakan
Sementara itu, Ketua DPP PDIP bidang Kehormatan, Komarudin Watubun, menyatakan kekhawatirannya terkait potensi pengkhianatan jika Anies Baswedan diusung oleh PDIP.
Komarudin menegaskan bahwa Anies harus menjadi kader partai jika ingin mendapatkan dukungan PDIP.
"Ya, kita harapkan memang dia (Anies) harus menjadi kader partai. Karena kita berpengalaman, yang kita kaderkan saja bisa berkhianat, apalagi yang tidak menjadi kader," ujar Komarudin di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Selasa (20/8/2024).
Jika melihat perjalanan politik Anies Baswedan, mantan Menteri Pendidikan ini kerap kali berpindah haluan dalam menjalin dukungan, sehingga terlihat tidak memiliki ideologi yang jelas.
Baca Juga: Rapat Paripurna Tak Penuhi Kuorum, DPR RI Batal Sahkan RUU Pilkada Hari Ini
Contohnya, saat pencalonan Jokowi-JK di Pilpres 2014, Anies membela pasangan tersebut dengan penuh semangat.
"Jokowi dan JK ini sudah terbukti penuh terobosan dalam pemerintahan," ujar Anies di Hotel Le Meridien Jakarta, Sabtu (24/05/2014).
Namun, setelah diberhentikan dari posisinya sebagai Menteri Pendidikan di kabinet Jokowi, Anies kemudian beralih mencari dukungan dari partai lain untuk pencalonannya dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.
Dukungan tersebut datang dari Gerindra, PKS, PAN, Perindo, dan Partai Idaman yang merupakan oposisi saat itu, dan berhasil membawanya menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Menariknya, dalam Pilpres 2024, Anies memutuskan untuk kembali berseberangan dengan Gerindra, partai yang sebelumnya mengusungnya di Pilkada DKI Jakarta.
Baca Juga: Megawati Umumkan 169 Cakada yang Diusung PDIP Hari Ini, Termasuk Anies Baswedan?
Selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, PDIP kerap kali mengkritik kebijakan-kebijakan Anies.
Mulai dari program rumah DP 0 persen yang tidak berjalan sesuai janji kampanye, hingga realisasi janji kampanye yang hanya berhasil mencapai 5 dari 23 janji.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








