Akurat Logo

Kaesang Jalin Komunikasi dengan PKS, Buka Opsi Gabung KIM?

Citra Puspitaningrum | 8 Agustus 2024, 20:39 WIB
Kaesang Jalin Komunikasi dengan PKS, Buka Opsi Gabung KIM?

AKURAT.CO Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengaku telah menjalin komunikasi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sebagai opsi bergabung ke Koalisi Indonesia Maju.

"PSI juga sudah pernah berkomunikasi dengan PKS beberapa minggu atau bulan lalu dan komunikasi itu sangat lancar. Bahkan sampai sekarang, beberapa tim kami berkomunikasi langsung dengan PKS," jelas Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, di Jakarta, Kamis (8/8/2024).

Menurutnya, peluang PKS merapat ke dalam KIM masih terbuka hingga waktu pendaftaran Pilkada 2024 di KPU pada 27 Agustus.

Jika tidak ada partai politik yang dapat diajak berkoalisi, PKS sebagai pemenang Pileg DKI Jakarta tidak mungkin memilih sendiri dan gagal berlayar di Pilkada Jakarta 2024.

Baca Juga: Veddriq Leonardo: Senang Sekali, Alhamdulillah, Terimakasih Masyarakat Indonesia!

"Ya, saya rasa PKS ini partai yang cukup terbuka. Berkomunikasi dengan seluruh partai," ujar Kaesang.

Sebelumnya, PKS telah memberikan tenggat waktu kepada Anies Baswedan untuk mencari kawan koalisi agar dapat ikut serta dalam kontestasi Pilkada Jakarta.

Tetapi, hingga saat ini Anies tak kunjung membawa kawan koalisi untuk PKS yang sudah mengusungnya untuk berpasangan dengan Sohibul Iman.

"Sebagai partai pemenang di Jakarta, DPP PKS sudah memutuskan bahwa kadernya harus ikut dalam kontestasi Pilkada Jakarta, baik sebagai cagub atau cawagub," kata Jubir PKS, Muhammad Kholid.

Baca Juga: Pakai Cara-cara Ini Bisa Minimalkan Risiko Stroke pada Wanita

Diketahui, dinamika politik Pilkada Jakarta saat ini berjalan dinamis.

Segala kemungkinan masih bisa terjadi setelah Ridwan Kamil yang semula dipasang untuk Pilkada Jawa Barat oleh KIM, kini menjadi kandidat terkuat calon gubernur Jakarta, setelah posisinya di Jabar digantikan Dedi Mulyadi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.