PKB Tanggapi Kritik Mantan Sekjen: Lukman Edy Tidak Berhak Mengatasnamakan Partai

AKURAT.CO Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) angkat suara menanggapi pernyataan mantan Sekjen PKB, Muhammad Lukman Edy, yang baru-baru ini mengkritik kepemimpinan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar.
Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, menegaskan bahwa Lukman bukan lagi kader PKB, sehingga pernyataannya tidak memiliki dasar hukum.
"Lukman Edy sudah bukan anggota PKB lagi, sehingga keterangannya tidak memiliki legal standing dan tidak berhak membawa-bawa nama PKB," kata Jazilul kepada wartawan di Jakarta, Kamis (1/8/2024).
Jazilul menambahkan bahwa pernyataan Lukman sudah usang, menyesatkan, dan bertujuan untuk memecah belah soliditas PKB.
Baca Juga: Indra Sjafri: Jangan Bully Arkhan Kaka, Bully Saya Saja!
Jazilul juga menjelaskan bahwa Muktamar PKB yang dilaksanakan di Bali pada periode lalu telah berjalan dengan benar, di mana Muhaimin Iskandar sebagai ketua umum memang memiliki kewenangan tertinggi.
“Muktamar sebagai forum tertinggi partai menetapkan AD/ART, dan hasil Muktamar PKB di Bali telah menetapkan Ketua Umum sebagai mandataris muktamar yang memiliki kewenangan tertinggi dalam partai," jelasnya.
Sebelumnya, kepemimpinan Muhaimin Iskandar menuai banyak kritik, termasuk dari mantan Sekjen PKB, Muhammad Lukman Edy, yang baru-baru ini menyambangi markas PBNU untuk menyerahkan sejumlah berkas dan bukti bahwa PKB saat ini sudah berjalan di luar jalur.
Lukman menyoroti perubahan AD/ART PKB yang terjadi pada Muktamar PKB periode lalu, yang menurutnya telah menghilangkan eksistensi Dewan Syuro PKB.
Baca Juga: Shopee Kembali Didera Isu PHK Karyawan
"Saya membawa AD/ART lama dan baru hasil Muktamar di Bali untuk dibandingkan oleh PBNU, terutama pasal-pasal yang dihilangkan yang berkenaan dengan eksistensi Dewan Syuro," kata Lukman kepada wartawan di Kantor PBNU, Jakarta, Rabu (31/7/2024).
Menurut Lukman, peran Dewan Syuro, yang terdiri dari kiai-kiai senior pendiri PKB, telah dihilangkan oleh Cak Imin.
"Padahal kita ketahui bahwa PKB itu ruhnya adalah ulama. Sejarah pembentukan PKB adalah sejarah yang dibentuk oleh PBNU, dibentuk oleh para kiai. Jadi ruh dari PKB itu adalah para kiai," jelas Lukman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 6Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Hanya Kompromi Politik, Fahri Hamzah Tantang DPR Tetapkan Ambang Batas Parlemen Nol atau 20 Persen
- 10Marc Marquez Dibayangi 'Kutukan' Mandalika Jelang Tampil di MotoGP Indonesia







