Ada Maksud Terselubung di Balik Usulan Bamsoet Gelar Rekonsiliasi Nasional

AKURAT.CO Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), diduga memiliki maksud terselubung di balik rencananya untuk menggelar acara rekonsiliasi nasional antara kubu 01, 02, dan 03.
Rekonsiliasi ini diduga hanya strategi Bamsoet agar bisa dapat perhatian dari Presiden terpilih Prabowo Subianto.
"Usulan Bamsoet ini disinyalir malah ada kepentingan politik pragmatis dirinya, yang bisa saja dianggap membonceng kepentingan masyarakat dan pemerintahan ke depannya," kata Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, kepada wartawan, Kamis (23/5/2024).
Efriza menduga, Bamsoet sengaja unjuk diri dengan menggelar acara rekonsiliasi nasional. Padahal, menurutnya, bisa saja Bamsoet berharap agar dirinya bisa mendapat tempat di pemerintahan kedepan.
Bukan hanya mencari jaminan posisi menteri, tapi juga bisa dalam bentuk mencari dukungan dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum Partai Golkar melalui musyawarah nasional (munas).
"Bisa saja berharap karena terselenggara acara maka akan dapat hadiah berupa jabatan menteri misalnya, maupun dukungan dari pemerintah kepada dirinya untuk maju sebagai Ketua Umum Golkar dalam Munas nantinya," tukasnya.
Sehingga, wajar jika akhirnya ada pihak-pihak menyindir Bamsoet sebagai pemain tikungan. Sebab, ide rekonsiliasi nasional tersebut terlambat disampaikan.
"Wajar asumsi Bamsoet sebagai politisi yang sedang berperan layaknya sebagai 'pemain tikungan', sebab usulan Bamsoet tidak dilontarkan sejak awal, tapi setelah pilpres selesai," ungkapnya.
Sebelumnya, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo menyebut akan membuat acara rekonsiliasi nasional antara kubu 01, 02, dan 03. Acara tersebut ia gagas bersama mantan politisi PDIP Maruarar Sirait.
Baca Juga: Bamsoet Telat, Prabowo Sudah Dari Dulu Menggagas Rekonsiliasi Nasional
"Kami bersama Mas Ara juga sedang menyiapkan sebuah gagasan rekonsiliasi nasional. Bagaimana kita mempertemukan dalam suatu forum diskusi yang hangat, bicara tentang bangsa dan negara antara 01, 02, dan 03 dalam waktu dekat ini," kata Bamsoet di acara 'Tribute to Bang Akbar Tandjung' di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (19/5/2024).
Menurut Bamsoet, acara tersebut bisa menjadi wadah bagi pemerintah kedepan untuk mempererat persatuan agar lebih mudah dalam menghadapi tantangan.
"Tantangan ke depan bangsa ini sangat berat, sehingga perlu kekompakan, kegotongroyongan dan saling memahami, saling mendukung satu sama lain antara presiden terpilih Prabowo Subianto dan presiden hari ini, Jokowi dengan presiden-presiden sebelumnya menjadi satu membangun bangsa dan negara ke depan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









