Disebut Layak Jadi Menteri, Eddy Soeparno: Saya Tegak Lurus dengan Keputusan Ketum

AKURAT.CO Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno, merespons perihal namanya yang disebut-sebut sebagai salah satu kandidat calon menteri oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas).
Eddy mengatakan, munculnya sejumlah nama termasuk dirinya, sebagai tanda PAN memiliki banyak kader yang mumpuni dan berkualitas untuk menduduki posisi menteri.
Terlepas dipilih atau tidak, Eddy menyerahkan hal itu sepenuhnya kepada Prabowo Subianto sebagai presiden terpilih yang memiliki hak prerogatif dalam menentukan kabinet pemerintahannya.
Baca Juga: Demokrat Maklumi Sikap Rekan Koalisi yang Minta Jatah Menteri Lebih ke Prabowo
"Yang jelas kader PAN itu banyak, mumpuni memiliki kompetensi, memiliki kemampuan, tinggal nanti bagaimana hak prerogatif presiden terpilih untuk menentukan siapa-siapa saja kader PAN yang akan duduk untuk membantunya di kabinet," kata Eddy kepada wartawan di Jakarta, dikutip Sabtu (11/5/2024).
Ketika ditanyai lebih lanjut apakah dirinya sudah diajak bicara oleh Zulhas mengenai posisi menteri, Eddy mengatakan menyerahkan sepenuhnya kepada ketum dan akan patuh pada keputusannya.
"Untuk urusan ini saya serahkan sepenuhnya kepada Pak Zulhas, saya tegak lurus dengan keputusan ketua umum saya," ujarnya.
Baca Juga: Sahabat Lama Zulhas, Khofifah Mantap Maju Pilgub Jatim Lewat PAN
Sebelumnya, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan memberi keleluasaan kepada Prabowo terkait jatah menteri untuk PAN pada pemerintahan ke depan.
Zulhas pun menyebut stok kader PAN yang dianggap mumpuni dan potensial untuk menduduki kursi menteri, seperti Yandri Susanto, Eddy Soeparno, dan Saleh Daulay.
"Ada Yandri, ada Pak Asman, ada Eddy Soeparno ya kan, kalau Pak Hatta makomnya lain, ada Pak Saleh Daulay, banyak ya," kata Zulhas di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis (9/5/2024).
Zulhas pun menyerahkan kepada Prabowo ketika ditanya pos kementerian apa yang cocok untuk nama-nama tersebut. "Terserah kepada pak presiden terpilih dong," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









