Gerindra: Keterangan 4 Menteri untuk Bongkar Semua Fitnah Soal Bansos

AKURAT.CO Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman enggan mempersoalkan langkah Mahkamah Konstitusi (MK) yang akan menghadirkan empat menteri dalam sidang lanjutan sengketa Pilpres 2024.
"Ya biasa saja, tidak ada masalah. Kan memberikan keterangan bukan sebagai saksi atau ahli," kata Habiburokhman kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/4/2024).
Baca Juga: Hadirkan Saksi dan Ahli, Tim Prabowo-Gibran Yakin MK Bakal Tolak Permohonan Kubu Anies dan Ganjar
Menurutnya, pemanggilan sejumlah menteri tersebut memang diperlukan untuk memberi keterangan terkait sejumlah hal yang selama ini menjadi simpang siur, terutama mengenai bantuan sosial (bansos).
"Penting menteri-menteri ini memberikan keterangan supaya terbongkar semua itu fitnah-fitnah keji terhadap paslon dua. Tidak ada kami memanfaatkan kementerian, memanfaatkan bansos, tidak ada juga persoalan ketidakabsahan cawapres," ujarnya.
Habiburokhman meyakini, dengan hadirnya sejumlah menteri dalam sidang di MK akan membantah semua tuduhan yang selama ini dialamatkan kepada Prabowo-Gibran.
"Jadi dengan hadirnya empat menteri itu semua fitnah, semua hoaks, semua dusta, pasti akan terklarifikasi, terbantahkan, dengan kehadiran empat menteri," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua MK Suhartoyo mengatakan, pihaknya sudah menjadwalkan untuk memanggil sejumlah menteri untuk hadir dalam sidang lanjutan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU).
Baca Juga: Tim Hukum Ganjar-Mahfud Usulkan MK Gelar Sesi Konfrontasi Antara Saksi dan Ahli
Berdasarkan hasil rapat para hakim, empat menteri yang akan dipanggil yaitu Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Sosial Tri Rismaharini.
"Kepada para pihak, perlu disampaikan bahwa hari Jumat akan dicadangkan untuk pemanggilan pihak-pihak yang dipandang perlu oleh Mahkamah Konstitusi, berdasarkan hasil rapat Yang Mulia para hakim tadi pagi," kata Suhartoyo di Gedung MK, Jakarta, Senin (1/4/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







