Bawaslu: Pemungutan Suara Ulang Mungkin Terjadi, Tergantung Putusan MK

AKURAT.CO Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Rahmat Bagja, mengatakan pemungutan suara ulang (PSU) pilpres bisa saja dilakukan, tergantung Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan untuk dilakukan berdasarkan fakta persidangan.
Syaratnya, masing-masing tim hukum capres-cawapres nomor urut 1 dan nomor urut 3 harus dapat membuktikan dugaan kecurangan tersebut.
"Pemungutan suara ulang ya tergantung Mahkamah Konstitusi. Apakah bisa terjadi? (pemungutan suara ulang) bisa saja kan, di pileg saja bisa terjadi apabila bisa dibuktikan," kata Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja di Gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu (27/3/2024).
Baca Juga: Sidang MK, Bawaslu Sudah Siapkan Data Soal Dugaan Politik Uang
Terkait masalah pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden, persoalan itu sejatinya sudah selesai di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Pihaknya, hanya akan menjelaskan monitoring pengawasan dari segi pemungutan suara berlangsung.
"Kami akan menjelaskan nanti hasil pengawasan kami pada saat itu. Kami akan jelaskan soal Sipol dan Silon ini kan nyambung sebelumnya. Jadi tidak bisa berdiri sendiri karena ini dilihat dari bagaimana akses Bawaslu dan juga pengawasan pendaftaran seperti apa," pungkasnya.
Diketahui, calon presiden dan wakil presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD telah mengajukan gugatan ke MK. Dalam petitumnya, tim hukum Ganjar-Mahfud meminta hakim MK memutuskan untuk diadakannya PSU pada gelaran Pilpres 2024.
Diketahui bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI resmi menetapkan pasangan capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai presiden dan calon wakil presiden terpilih pada Rabu (20/3/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








