Golkar Ingatkan PSI: Lebih Baik Pembicaraan Tentang Koalisi Setelah Pengumuman Resmi

AKURAT.CO Waketum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia mengingatkan kepada rekan koalisinya agar tidak terburu-buru dalam membahas bentuk ataupun postur koalisi pemerintahan yang dibangun Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Hal ini menanggapi usulan Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie yang meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa menjadi Ketua dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) ke depan.
Doli mengatakan, sampai saat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih terus melalukan rekapitulasi suara. Sehingga, akan lebih baik jika obrolan mengenai hal tersebut dibahas setelah KPU menetapkan secara sah siapa pemenangnya.
"Jadi eloknya sebaiknya membicarakan tentang bangunan koalisi ini permanen atau tidak secara resmi itu nanti setelah pengumuman resmi aja," kata Doli kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (13/3/2024).
Menurutnya, pembahasan setalah penetapan hasil pemilu lebih tepat karena masing-masing partai politik sudah bisa mengetahui berapa jumlah suara ataupun kursi yang berhasil diraih.
"Itu nanti setelah pengumuman resmi saja, kan lebih enak kita tahu Golkar berapa kursi gitu kan, temen-temen lain yang berada di KIM berapa kursi, yang di luar berapa kursi nah itu kan lebih mudah kita membicarakannya kira-kira begitu," ujarnya.
Kendati begitu, Doli menegaskan bahwa apa yang disampaikan Grace hanyalah sebatas obrolan lepas. Sebab, belum ada pembahasan secara detail dari pimpinan KIM terkait struktur maupun bentuk koalisi di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran.
Baca Juga: Menang Telak di Kalimantan Timur, Golkar Raih 538.147 Suara
"Ya ini baru cerita cerita lepas saja. Jadi apalagi kalau bicara tentang apakah perlu ada ketua, wakil ketua, atau anggota segala macam itu belum pernah sama sekali dibicarakan," pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie menyatakan, Presiden Jokowi semestinya menjadi sosok yang berada di atas semua partai politik.
"Saya pikir ide bagus juga, Pak Jokowi mungkin bisa jadi ketua dari koalisi partai-partai, semacam barisan nasional, partai-partai mau melanjutkan atau punya visi yang sama menuju Indonesia emas," kata Grace dalam salah satu program televisi, Minggu (10/3/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








