Akurat

Hasto Tuding Ada Kekuatan Besar Cegat Hasil Quick Count, PAN: Silakan Dibuka, Biar Tak Ada Fitnah

Atikah Umiyani | 13 Maret 2024, 13:31 WIB
Hasto Tuding Ada Kekuatan Besar Cegat Hasil Quick Count, PAN: Silakan Dibuka, Biar Tak Ada Fitnah

AKURAT.CO Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PAN, Guspardi Gaus menanggapi sikap Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, yang menuding ada kekuatan besar di belakang KPU yang berkepentingan mencegat (intercept) hasil hitung cepat.

Dia pun menantang Hasto untuk membuktikan apa yang menjadi landasan dalam ucapannya tersebut. Dia berharap Hasto bisa transparan untuk mengungkap siapa pihak yang dimaksud kekuatan besar.

Baca Juga: Hasto Tuding Ada Kekuatan Besar untuk Intercept Suara, PSI: Seperti Khayalan Anak SD yang Kalah Main Kelereng

"Kalau memang ada silahkan saja dibuka, kan kita tranparansi akuntabilitas di dalam penghitungan, itu kan berjenjang," kata Guspardi kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (13/3/2024).

Menurutnya, dugaan dan kecurigaan yang ada semestinya dibuka ke publik agar tidak menimbulkan fitnah.

"Kalau ada hal-hal yang dicurigai, yang dikhawatirkan dan diduga melakukan terjadinya mark up atau sebaliknya itu buka aja selebar-lebarnya, sehingga tidak menimbulkan fitnah," pungkasnya.

Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengklaim ada kekuatan besar di belakang KPU yang berupaya meng-intercept hasil hitung cepat. Dia mengaku telah berbicara dengan para pakar teknologi informasi terkait anomali pada hasil Sirekap.

Baca Juga: Hasto Tuding Suara Ganjar-Mahfud Dikunci Hanya 17 Persen, Demokrat: Hitung Ulang Saja

"Kami bertemu dengan pakar IT, tidak hanya terkait dengan KPU, (tapi) ada kekuatan besar di belakang KPU yang kemudian menggunakan Sirekap untuk merancang suatu desain melalui quick count yang di-intercept," kata Hasto ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (9/3/2024).

Menurutnya, kekuatan besar itu menganggu suara dari partai-partai pendukung Ganjar-Mahfud, dan meninggikan suara PSI.

"Kemudian PSI dibesar-besarkan (suaranya). Sementara, partai yang mendukung Pak Ganjar-Mahfud dikecil-kecilkan. PDI-P dikecil-kecilkan, PPP dikecil-kecilkan," ucapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.