Perjalanan Karier AHY dari Militer Hingga Terjun Politik

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali melakukan resuffle Kabinet Indonesia Maju dengan melantik Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Menteri ATR/BPN di Istana Merdeka pada Rabu (21/2/2024).
Masuknya AHY ke dalam kabinet ini untuk menggantikan posisi Hadi Tjahjanto
AHY dilantik bersama dengan Hadi Tjahjanto sebagai Menkopolhukam yang sebelumnnya diisi oleh Mahfud MD.
Sebelumnya, AHY menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dan telah lama diperkirakan masuk ke dalam jajaran menteri. Hal ini diperkuat setelah Partai Demokrat merapat dalam Koalisi Indonesia Maju (IKM).
Baca Juga: Pertemuan Ketum Koalisi Indonesia Maju Berjalan Santai, Tanpa Progres
Merangkum dari berbagai sumber, inilah jejak karier AHY dari militer hingga terjun ke dunia politik.
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengawali karier sebagai prajurit militer. Dirinya, menjadi lulusan terbaik di SMA Taruna Nusantara dan meraih Garuda Trisakti Tarunatama Emas pada tahun 1977.
Kemudian, AHY melanjutkan pendidikannya di Akademi Militer (AKMIL) dan kembali menjadi lulusan terbaik dengan gelar Bintang Adi Makayasa pda Desember 2000. Setelah lulus dari AKMIL, dirinya bergabung dengan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (KOSTRAD).
Pada tahun 2002 AHY menjadi Komandan Peleton di Batalyon Infanteri Lintas Udara 305/Tengkorak yang ditugaskan dalam Operasi Pemulihan Kemanan di Aceh. Dalam penugasan tersebut AHY terpilih menjadi Komandan Tim Khusus (Dan Timsus).
AHY kembali ditugaskan sebagai perwira seksi operasi Kontigen Garuda XXIII-A dalam misi menjaga perdamaian di sepanjang perbatasan Israel dan Lebanon pada 2006. Selama berkarier di militer, AHY tidak lepas dari pengetahuan dan pengalamannya. Dia juga menempuh tiga pendidikan magister di 3 negara dengan gelar Master of Science in Strategic Studies dari Universitas Teknologi Nanyang, Singapura tahun 2006, Master in Public Administration dari Universitas Harvard, Amerika Serikat tahun 2010, dan Master of Arts in Leadership and Management dari Webster University Amerika Serikat.
Pada tahun 2016 AHY bertugas sebagai Komandan Batalyon Infanteri Mekanis 203 Arya Kemuning. Memiliki karier militer yang bersinar, AHY justru memutuskan untuk mengundurkan diri dari TNI dan pensiun dini.
Karier politik pertama AHY, saat dirinya didaulat oleh Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bngsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk menjadi Calon Gubernur DKI Jakarta pada Pemilihan Umum Gubernur DKI Jakarta 2017. Saat itu, AHY berpasangan dengan Sylviana Murni, namun kalah di putaran pertama.
Sejak saat itu, AHY aktif berpolitik di Partai Demokrat dan diberi tugas sebagai Komandan Komando Tugas Bersama (KOGASMA) untuk pemenangan Pileg 2019. Dibawah kepemimpinan AHY sebagai Komandan KOGASMA, Partai Demokrat mampu meraih 10.876.507 suara (7,77 persen), melampaui prediksi berbagai survei yang menyebutkan Demokrat hanya mampu meraih suara kurang dari 5 persen.
Pada 15 Maret 2020, AHY didaulat oleh seluruh pemilik hak suara untuk menjadi Ketua Umum Partai Demokrat periode 2020-2025. Dia mendapatkan dukungan dari 34 provinsi dan 514 Kabupaten dan Kota di seluruh Indonesia. Keterpilihan AHY ini menjadikan Partai Demokrat sebagai partai politik pertama di Indonesia yang melakukan regenerasi kepemimpinan.
Nama AHY kembali bergulir di kontes politik 2024 ini. AHY digadang-gadang akan menjadi calon wakil presiden mendampingi Anies Baswedan pada pilpres 2024. Namun, isu tersebut ditepis ketika Anies mendeklarasikan Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presidennya.
Baca Juga: Jokowi Resmi Lantik AHY Jadi Menteri ATR Kabinet Indonesia Maju, Banjir Pujian dari Netizen!
Kejadian tersebut membuat Partai Demokrat yang sebelumnnya berada di Koalisi Perubahan sebagai partai pengusung Anies banting setir merapat ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mengusung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming.
Di tahun 2024 ini, AHY resmi dilantik oleh Jokowi sebagai Menteri ATR/BPN yang menjabat hingga Oktober 2024 nanti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









